4_Shared

Ikon

Jangan berpikir apa yang akan kamu dapatkan dari Islam tapi berpikirlah apa yang akan kamu berikan untuk Islam

Perang Terorisme Belum Selesai

Pimpinan Ponpes Tahfidz al-Qur’an Ansharullah Fauzan Al-Anshari

“Anda pernah dengar pesantren gulung tikar?” tanya Fauzan al-Anshari pada Sabili saat berkunjung ke rumahnya, di Bekasi.  Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidz al-Qur’an Ansharullah Ciamis Jawa Barat ini merasa ada upaya keras untuk mematikan pesantren. Karena pesantren adalah sebuah lembaga pengkaderan yang terbukti melahirkan mujahid tangguh.

“Bayangkan orang tua menitipkan anaknya ke saya untuk dididik menjadi anak shalih dan dia membiayai penuh sampai dua tahun mampu menghafal al-Qur’an,” ujarnya.

Kepada Eman Mulyatman dari Sabili, Fauzan bercerita tentang upaya musuh Islam dalam menghancurkan gerakan Islam yang dilakukan dengan tiga cara; devide et impera, pencitraan buruk, dan iming-iming. “Nah, yang ketiga inilah yang banyak tidak tahan,” ungkapnya.

Berikut petikan perbincangan dengan Fauzan:

Soal isu tewasnya Noordin M Top apa komentar Anda?
Keluarga dalam hal ini istrinya perlu diberi akses, tidak perlu dicegah. Sehingga hilanglah keraguan apakah Noordin atau bukan. Dengan sang istri diberi akses maka keputusannya akan lebih mantap.

Pesantren kembali dibidik ?
Ya, saat ini pesantren sedang mengalami ujian bertumpuk. Selain dikaitkan dengan bom dan terorisme. Eh ada lagi flu babi… Aneh bin ajaib, karena tiba-tiba flu babi muncul di sebuah pesantren di Surabaya. Kekhawatiran terus menyebar ke berbagai pesantren. Kalau orang Meksiko itu biasa memakan daging babi. Atau orang yang biasa keluar negeri itu potensinya sangat besar terkena flu babi.
Kalau ada pembunuh bayaran, ambil contoh kasus Nasrudin, pembunuhnya dari alumni mana tidak pernah disebut-sebut. Demikian pula koruptor, tidak disebut-sebut dia alumni mana. Tapi, kenapa ketika ada bom meledak langsung dikaitkan dengan pesantren. Terutama Pesantren al-Mukmin Ngruki. Plus yang ngomong itu seorang habib lagi.

Seperti ada rekayasa begitu?
Ya, karena dari pesantren-pesantren inilah lahir mujahid. Itu fakta. Pesantren seperti kawah candradimuka, tempat pengkaderan. Dari pesantren lah muncul ulama pewaris nabi, pemimpin dan pejuang. Inilah yang membuat musuh-musuh Islam gentar. Kalau tidak ada ulama, ajaran Islam akan ditinggalkan. Ulamalah yang menjaga akidah Islam. Merekalah yang bercita-cita hidup mulia dan mati syahid. Karena itu yang diserbu adalah pesantren, dengan cara diubah kurikulumnya. Mantan Presiden Bush dulu menggelontorkan 157 juta dolar untuk mengubah kurikulum pesantren.

Apa targetnya?
Masalah jihad diganti kurikulumnya. Demikian pula tafsir diganti dengan hermeneutika. Indonesia sebagai sebuah bangsa besar yang pesantrennya ada di mana-mana. Di Mindanao untuk menghadapi Moro, pemerintah Filipina, yang Katolik itu kewalahan, maka dia memberi image buruk dengan cara membuat fitnah bom. Yakni dengan cara mengebom hotel-hotel milik Amerika. Pelakunya adalah Michael Miring, dia adalah orang CIA, dia melakukan pengeboman dengan bahan yang mirip digunakan orang Moro dan pada saat eksekusi diusahakan ada orang Moro di situ. Hingga image Moro rusak dan akhirnya pecah. Namun dengan izin Allah, bom yang ketika dirakit Michael Miring meledak di sebuah hotel. Akhirnya terbongkarlah, meski demikian Michael Miring dijemput sendiri oleh komandannya.

Semacam operasi intelijen?
Jadi, memang ada upaya operasi intelijen untuk memberikan bukti palsu yang dimaksudkan untuk mentarget kelompok tertentu. Kedua, opini bisa diarahkan. Waktu bom meledak di JW Marriot, SBY bilang ini karena kecewa hasil pemilu. Tapi CNN dan CIA langsung mengatakan itu JI. Bagi mereka itu hal mudah. Di Palestina, dalam rangka merekrut orang untuk melakukan perlawanan, Israel menggunakan blog-blog internet dengan nama islami. Setelah mereka masuk, dijebaklah, dengan uang atau wanita.

Jadi ada alasan untuk mengobrak-abrik pesanten?
Saya tidak mengada-ada dan bukan sekadar berpikir konspiratif. Tidak menutup kemungkinan karena di sini banyak agen CIA.  Jadi pesantren mau dimatikan. Karena sebagai sarang teroris dan penyebar flu babi. Wah ini mengerikan sekali.

Siapa yang memanfaatkan?
Keadaan ini terjadi, disebut-sebut karena kelemahan hukum. Lalu dirancanglah, sekarang begini, belum ada jerat hukum saja sudah seperti ini. Sudah banyak salah tangkap. Bisa saja malah main tangkap. Meski pun dilepas lagi, tapi toh nama sudah terlanjur rusak. Maka dengan memanfaatkan momentum seperti ini, kejadiannya sama persis seperti di Palestina. Karena ingin menghabisi Hamas di Gaza maka Abbas membuat situasi tenang menjadi keributan, dengan itu ada alasan untuk menangkapi Hamas. Masyarakat umum pun memaklumi. Lihat Singapura dan Malaysia aman karena ada undang-undang. Supaya memantapkan otoritas maka dibuatlah situasi yang kondusif.

Ada pertemuan Jamaah Tabligh dan HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) dalam Musyawarah Ulama Nusantara dengan jumlah besar?
Jelas, secara opini penegakkan khilafah dan syariat Islam itu bagus, tapi secara praksis tidak. Makanya berjalan lancar.

Kenapa begitu?
Karena tidak pakai jihad. Coba bandingkan dengan ABB (Abu Bakar Ba’asyir), dua acara di Malang dibatalkan, di Surabaya Masjid al-Ihsan di Sidotopo disegel. Bayangkan masjid disegel, karena setiap bulan Ustadz Abu mengisi di situ. Kalau masjid Ahmadiyah tidak sampai disegel. Kalau ada subversif maka akan ada legalisasi bagi mereka untuk menangkap. Seperti golput, maka yang tidak memilih akan kena. Yang saya sesalkan, kenapa ketika reformasi tidak memunculkan syariat Islam. Jadi kehilangan momentum lagi.

Gerakan Islam memasuki fase krusial seperti masing-masing beradu konsep?
Masing-masing ingin memberi yang terbaik. Memang semua gerakan itu tidak akan bersatu. Kita tidak akan bersatu kecuali Imam Mahdi turun. Dialah yang akan mengangkat perbedaan. Hatta seorang ABB pun tidak akan bisa mempersatukan. Imam Ibnu Taimiyah mengatakan Islam itu tegak dengan dua; al-Qur’an yang memberi petunjuk dan pedang yang menolong.

Mengapa dalam hal jihad saja umat Islam berbeda?
Kalau Hamas jihad militernya di dalam negeri saja, jihad globalnya dalam ekonomi. Tapi kalau Syekh Usama itu membalas teror yang dilancarkan Bush. Jadi koboi dibalas koboi. Untuk lokal Indonesia, kita belum diserang. Padahal kalau kita melakukan jihad ekonomi itu dashyat sekali. Misalnya menasionalisasi perusahaan asing. Jihad ofensif dan defensif masing-masing ada dasarnya. Karena sekarang belum ada khalifah, maka masing-masing berijtihad sendiri. Jihad itu hitung-hitungannya harus untung.

Bagaimana dengan usaha menegakkan syariat Islam sekarang ini?
Saya sayangkan ulama yang pro syariat tidak membangun konsep bersama untuk Indonesia. Dula ada Dewan Imamah Nasional. Ya, karena kita maksiat pada Allah maka musuh menguasai kita. Mungkin kita bisa mulai dari musuh bersama. Seperti ketika mendemo Kedubes AS dulu. Masing-masing membangun thaifah mansurah.

Semua itu ujian untuk naik kelas?
Ya. Ada yang lulus dan ada yang tidak. Tapi banyak yang tidak lulus. Terbukti malah anti syariat dan antipati dengan ulama yang menegakkan syariat. Akhirnya pesantren gulung tikar. Padahal sampai sekarang tidak ada pesantren yang gulung tikar kan?

Adanya radikalisme yang dipelihara?
Contohnya bom Pamulang, itu jelas sasarannya Ustadz Abu Jibril. Dengan bom itu, aparat bisa masuk. Saya diberitahu, ada yang memanfaatkan untuk menenteramkan masyarakat, juga ada yang untuk menghantam umat Islam. Coba saja lihat Poso, hanya berhenti sampai Tibo. Padahal dia menyebut 16 nama, tapi kalau umat Islam sampai ke akar-akarnya dicabut. Demikian pula Alex Manuputty, kenapa berhenti.

Setelah perang Afghan selesai mengusir Soviet bagaimana mujahidin?
Memang mereka relaksasi, dan secara umum mereka tidak ada masalah. Mereka baru bangkit ketika ada umat Islam yang dizalimi seperti di Ambon dan Poso. Jadi artinya mereka ini stand by, tidak melakukan kerusakan. Nah, keadaan mereka ini terpantau intelijen baik lokal maupun CIA. Jadi intelijen Pakistan sendiri bekerja dua kaki. Ke mujahidin dan ke Amerika.

Kenapa bangkit?
Karena provokasi, intelijen punya keahlian seperti itu. Ketika Asep Rahmatan mengaku tidak dipakai lagi, dia bilang mau dibuang atau mau dijadikan bom bunuh diri. Dijadikan tumbal. Karena kalau dibiarkan takut mengoceh.

Bagaimana dengan nafkah mereka?
Biar miskin tapi akhlak mujahidin itu baik. Justru yang koruptor itu orang-orang kaya. Lihat saja kasus BLBI, DPR, mereka orang-orang berdasi.

Harus ada lembaga independen sebagai second opinion, tidak satu sumber polisi saja?
Betul. Seperti bom Bali yang diketuai almarhum Pak Maulani. Tapi hasilnya tidak bisa dipakai sebagai second opinion. Padahal itu bisa menjadi saksi yang meringankan. Tapi sayang tidak bisa dipakai. Makanya saya berani mubahalah bahwa pelakunya bukan Amrozy cs. Mereka itu korban operasi intelijen yang canggih.

http://sabili.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=465:perang-terorisme-belum-selesai&catid=83:wawancara&Itemid=200

Filed under: Analisa-Opini, Dunia Islam

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

--------------------------------------------------------------------------------------

Syukron

Anda telah mengunjungi blog sederhana, saya hanya baru belajar mengenai blog. Mudah-mudahan apa yang saya posting bermanfaat bagi kita semua. Mohon maaf jika dalam postingan terdapat kesalahan karena saya manusia biasa yang sering khilaf.
--------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------

Kalender Posting

Agustus 2009
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Lokasi Pengunjung

Locations of visitors to this page ---------------------------------------------------------------
Masukkan Code ini K1-6Y5EA7-7
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com --------------------------------------------------------------- Counter Powered by  RedCounter
%d blogger menyukai ini: