4_Shared

Ikon

Jangan berpikir apa yang akan kamu dapatkan dari Islam tapi berpikirlah apa yang akan kamu berikan untuk Islam

Maraknya Hubungan Seks Haram di Sekitar Kita

Sebuah penelitian dari Lembaga Studi Cinta dan Kemanusiaan serta Pusat Pelatihan Bisnis dan Humaniora melakukan penelitian di sebuah kota besar di Indonesia. Sebenarnya, lembagai itu menyebutkan nama kotanya tapi saya tidak enak menyebutkannya di sini, khawatir yang berasal dari sana merasa kurang nyaman. Penelitian dilakukan mulai 16 Juli 1999 sampai 16 Juli 2002. Hasilnya, 97,05 % dari total responden berjumlah 1.660 orang mengaku telah kehilangan virginitas, bukan karena sudah pernah menikah atau terjatuh dari sepeda, melainkan karena bermain ”cinta”. 98 responden mengaku pernah melakukan aborsi, 23 orang di antaranya melakukannya lebih dari sekali. Itu semua mereka lakukan pada masa mereka kuliah. Sebagian mereka mengaku melakukan kegiatan seksual di kos-kosan, bahkan ada 23 di antara responden yang mengaku menjalani kumpul kebo bersama pasangan prianya lebih dari dua tahun.

Terlepas dari validitas dan margin error dari penelitian itu, kalaupun meleset mungkin juga tak jauh-jauh amat angkanya. Tapi, semua itu menunjukkan kerusakan moral yang makin merajalela di negeri yang kita cintai ini. Itu baru ditingkat mahasiswa, belum merambah ke tingkat SMU yang belakangan juga sudah mulai marak. Cukup banyak video adegan mesum yang diperankan oleh pelajar SMU bahkan SMP yang kita dengar di media massa. Dan ingat, mereka itu bukan pekerja seks komersial, melainkan amatiran yang melakukan hubungan badan tanpa imbalan.

Bila kita bicara Pekerja Seks Komersial (Baca: pelacur) tentu angkanya akan lebih mencengangkan lagi. Menurut majalah Ombudsman no. 6 Desember 2004 ada data dari Kementerian Sosial yang menunjukkan bahwa pada tahun 2000 lalu jumlah PSK di Indonesia sebanyak 70.781 orang. Tapi, yang masuk dalam data ini hanyalah para penghuni lokalisasi (baca: sarang zina) yang resmi. Data ini belum mencakup para penjaja seks yang ada di diskotek, panti pijat plus, atau mereka yang mempromosikan diri lewat media baik di internet atau di koran-koran ibukota.

Masih menurut ombudsman bahwa ada sumber yang mengatakan bahwa jumlah PSK sesungguhnya pada saat itu tidak kurang dari angka 500.000 orang di seluruh Indonesia.

Satu hal lagi yang cukup fantastis adalah perputaran uang dari bisnis kemaluan ini cukup signifikan. Menurut data Ombudsman di atas dari penelitian Hull, seorang peneliti pelacuran di Indonesia mengkalkulasi bahwa setiap tahunnya sektor ini mendapat sekitar US$1,18 sampai US$3,3 miliar. Dengan jumlah seperti itu berarti sektor bisnis pelacuran menjadi salah satu bagian penting dalam pereonomian Indonesia.

Sebagian orang yang terlibat dalam bisnis pelacuran terutama kaum wanita memang diakui sebagai orang tak punya yang ingin memperbaiki hidup. Tapi, tak sedikit pula dari mereka yang berasal dari kalangan berada. Buktinya, banyak diantara mereka yang menjadikan pelacuran sebagai usaha sampingan, padahal mereka sudah punya pekerjaan tetap yang cukup memadai, mulai dari foto model, SPG dan sekretaris. Tak jarang pula dari mereka yang berpendidikan D 3 sampai S 1.

Belum lagi para mucikari, germo, dan calo yang kadang menjadikan ini sebagai lahan bisnis yang cukup menjanjikan. Mereka jelas bukan berasal dari kalangan orang-orang terpaksa, melainkan para pemuja harta yang menghalalkan segala cara. Celakanya, banyak laporan investigatif membongkar bahwa pemakai ”jasa” Wanita Tuna Susila bukan hanya dari kalangan pebisnis, tapi juga pejabat pemerintahan atau anggota dewan yang (katanya) terhormat. Adalah sebuah rahasia umum sering kali untuk meng-goal-kan sebuah proyek, seorang pengusaha menyuap pejabat bukan hanya dengan uang, tapi juga pelayanan escort girl.

Yang model begini menunjukkan bahwa faktor maraknya pelanggaran seksual di negeri ini bukan semata karena kemiskinan. Singkatnya, ketika hawa nafsu tak tertahankan memang orang akan lebih cepat tergoda bujuk rayu setan. Lalu bagaimana cara agar setiap orang tak dikalahkan oleh nafsunya? Jawabnya, tingkatkan iman, dekatkan diri pada tuhan, dan ubah pola pergaulan. Seorang ustad yang hafal Al-Qur`an sekalipun bila lebih sering bergaul dengan hidung belang, lama-lama hidungnya juga akan hitam, sampai akhirnya benar-benar belang.

Tulisan ini hanya sekedar ingin menyegarkan ingatan bahwa semua kita mesti punya andil dalam memperbaiki kehidupan bangsa yang kita cintai ini. Jangan sampai bangsa dan negeri ini menjadi negeri terkutuk lantaran perbuatan sebagian penduduknya yang kebablasan. Semoga.

Bekasi, 7 Maret 2009

Anshari Taslim

Filed under: Oase,

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

--------------------------------------------------------------------------------------

Syukron

Anda telah mengunjungi blog sederhana, saya hanya baru belajar mengenai blog. Mudah-mudahan apa yang saya posting bermanfaat bagi kita semua. Mohon maaf jika dalam postingan terdapat kesalahan karena saya manusia biasa yang sering khilaf.
--------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------

Kalender Posting

Agustus 2009
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Lokasi Pengunjung

Locations of visitors to this page ---------------------------------------------------------------
Masukkan Code ini K1-6Y5EA7-7
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com --------------------------------------------------------------- Counter Powered by  RedCounter
%d blogger menyukai ini: