<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>4_Shared</title>
	<atom:link href="http://nonimtensys.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nonimtensys.wordpress.com</link>
	<description>Jangan berpikir apa yang akan kamu dapatkan dari Islam tapi berpikirlah apa yang akan kamu berikan untuk Islam</description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 Jun 2011 03:20:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='nonimtensys.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>4_Shared</title>
		<link>http://nonimtensys.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://nonimtensys.wordpress.com/osd.xml" title="4_Shared" />
	<atom:link rel='hub' href='http://nonimtensys.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Manuela-Mirela: Aku Mencintai Muhammad Saw Tanpa Harus Kehilangan Yesus</title>
		<link>http://nonimtensys.wordpress.com/2009/12/05/manuela-mirela-aku-mencintai-muhammad-saw-tanpa-harus-kehilangan-yesus/</link>
		<comments>http://nonimtensys.wordpress.com/2009/12/05/manuela-mirela-aku-mencintai-muhammad-saw-tanpa-harus-kehilangan-yesus/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 10:15:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nonimtensys</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah-kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nonimtensys.wordpress.com/?p=250</guid>
		<description><![CDATA[Manuela-Mirela Tanasecu, perempuan asal Bucharest, Rumania ini terlahir sebagai anak tunggal dari keluarga yang menganut agama Kristen Ortodoks. Meski tidak terlalu relijius, keluarga Mirela percaya akan adanya Tuhan. Mirela mulai mengenal Islam dari seorang da&#8217;i asal Tepi Barat, Palestina, Walid Sulaiman yang kemudian menjadi suaminya. Tapi sebelumnya, ia sudah tertarik dengan Islam setelah berkunjung ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonimtensys.wordpress.com&amp;blog=4924863&amp;post=250&amp;subd=nonimtensys&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Manuela-Mirela Tanasecu, perempuan asal Bucharest, Rumania ini terlahir sebagai anak tunggal dari keluarga yang menganut agama Kristen Ortodoks. Meski tidak terlalu relijius, keluarga Mirela percaya akan adanya Tuhan. Mirela mulai mengenal Islam dari seorang da&#8217;i asal Tepi Barat, Palestina, Walid Sulaiman yang kemudian menjadi suaminya.</p>
<p>Tapi sebelumnya, ia sudah tertarik dengan Islam setelah berkunjung ke sejumlah negeri Muslim seperti Yordania, Suriah, Iran, Pakistan, Malaysia dan Indonesia. Setelah menikah dengan Walid pada tahun 1991 di Bucharest, Mirela memutuskan menjadi muslimah. Ia mengucapkan dua kalimat syahadat di Iran, saat melakukan kunjungan ke negara itu.</p>
<p>Mirela tertarik dengan Islam karena menurutnya doktrin-doktrin dalam Islam sangat jelas dibandingkan doktrin-doktrin dalam ajaran agama Kristen. Sebagai contoh, doktrin Trinitas yang dinilainya samar-samar, membingungkan dan sulit dipahami. &#8220;Doktrin semacam itu tidak ada dalam Islam yang mengajarkan monoteisme absolut,&#8221; kata Mirela.</p>
<p><span id="more-250"></span></p>
<p>Ia menilai umat Islam lebih serius dalam masalah agamanya dibandingkan kaum Kristiani pada umumnya. &#8220;Umat Islam salat lima waktu sehari, sedangkan penganut Kristen ke gereja hanya pada hari Minggu dan kebanyakan yang datang ke gereja juga orang-orang yang sudah tua,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Salah satu perbedaan yang mencolok antara Islam dan Kristen, sambung Mirela, Islam sangat menghormati dan memuliakan para nabi dan rasulnya, tanpa pengecualian. &#8220;Ini merupakan titik kekuatan Islam, yang menunjukkan bahwa siapa saja yang mencintai Yesus bisa memeluk Islam tanpa harus menghentikan rasa cinta pada Yesus, karena Islam mengajarkan umatnya untuk meyakini dan mencintai para rasul Allah Swt,&#8221; papar Mirela.</p>
<p>&#8220;Jadi, bisa saya katakan bahwa menjadi seorang muslim, saya mencintai dan memuliakan Rasulullah Muhammad Saw tanpa harus kehilangan Yesus yang dalam Islam dikenal sebagai Nabi Isa,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Perjalanan Mirela ke sejumlah negeri Muslim membuka matanya bahwa umat Islam adalah umat yang ramah, dermawan dan siap membantu siapa saja yang membutuhkan bantuan. Sebelum mengenal Islam, Mirale memiliki pandangan yang negatif tentang Islam karena Islam membolehkan seorang suami beristeri hingga empat orang. Mirale menganggap aturan itu merendahkan perempuan. Tapi kemudian, ia menilai lelaki muslim sangat perhatian dengan keluarga dan isterinya dibandingkan lelaki Barat non-Muslim.</p>
<p>Mirale mengatakan, Barat telah salah menilai Islam yang dituding merendahkan kaum perempuan. Pandangan itu muncul karena Barat mendapatkan informasi yang salah dan tidak memahami ajaran Islam yang sesungguhnya. Mirale tidak menepis kenyataan bahwa ada segelintir orang Islam yang berkontribusi menimbulkan pandangan yang salah tentang Islam, karena berperilaku tidak islami.</p>
<p>Sebagai muslimah, Mirale menghimbau para muslimah lainnya agar tidak mencontoh gaya hidup kaum perempuan Barat. Menurutnya, kaum perempuan di Barat sebenarnya sudah menjadi peradaban Barat yang sangat materilistis.</p>
<p>&#8220;Barat mengklaim telah membebaskan perempuan. Padahal jika dikaji lebih dalam, kaum perempuan di Barat sebenarnya sudah diperlakukan tidak manusiawi dan dijadikan sebagai komoditi serta obyek seksual semata. Setelah saya mengenal Islam, saya bisa mengatakan bahwa tidak ada agama yang memuliakan perempuan selain Islam,&#8221; tutur Mirale. (ln/readislam)</p>
<p>eraMuslim.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nonimtensys.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nonimtensys.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nonimtensys.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nonimtensys.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nonimtensys.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nonimtensys.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nonimtensys.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nonimtensys.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nonimtensys.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nonimtensys.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nonimtensys.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nonimtensys.wordpress.com/250/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nonimtensys.wordpress.com/250/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nonimtensys.wordpress.com/250/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonimtensys.wordpress.com&amp;blog=4924863&amp;post=250&amp;subd=nonimtensys&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nonimtensys.wordpress.com/2009/12/05/manuela-mirela-aku-mencintai-muhammad-saw-tanpa-harus-kehilangan-yesus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c2730844dd0e46a6b6703f812735dd5b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nonimtensys</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Pengalaman Hidup Yang Pahit, Betul-Betul Membuat Saya Belajar &#8230;&#8221;</title>
		<link>http://nonimtensys.wordpress.com/2009/12/05/pengalaman-hidup-yang-pahit-betul-betul-membuat-saya-belajar/</link>
		<comments>http://nonimtensys.wordpress.com/2009/12/05/pengalaman-hidup-yang-pahit-betul-betul-membuat-saya-belajar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 10:14:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nonimtensys</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah-kisah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nonimtensys.wordpress.com/?p=248</guid>
		<description><![CDATA[Viviana Espin, perempuan berusia 21 tahun asal Ekuador mengalami masa kanak-kanak yang berat. Keluarganya tidak bisa dibilang harmonis. Kesulitan ekonomi, ayah yang berperangai kasar dan ibu yang selalu menuruti saja apa kehendak suaminya, mempengaruhi perkembangan mental Espin dan saudara lelakinya. Tapi berkat bimbingan ibunya yang mengajarkan banyak hal, Espin tumbuh menjadi anak yang cerdas dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonimtensys.wordpress.com&amp;blog=4924863&amp;post=248&amp;subd=nonimtensys&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Viviana Espin, perempuan berusia 21 tahun asal Ekuador mengalami masa kanak-kanak yang berat. Keluarganya tidak bisa dibilang harmonis. Kesulitan ekonomi, ayah yang berperangai kasar dan ibu yang selalu menuruti saja apa kehendak suaminya, mempengaruhi perkembangan mental Espin dan saudara lelakinya.</p>
<p>Tapi berkat bimbingan ibunya yang mengajarkan banyak hal, Espin tumbuh menjadi anak yang cerdas dan sudah mulai sekolah pada usia 4 tahun di sebuah sekolah Katolik. Ibu mengirimnya ke sekolah itu karena mengingkan Espin menjadi anak yang taat pada ajaran agamanya, percaya pada Tuhan selain mendapatkan pendidikan dengan kualitas yang baik. Ibunya selalu membanggakan di mana Espin sekolah di depan teman-temannya.</p>
<p><span id="more-248"></span></p>
<p>Di sekolah, Espin menjadi siswa yang paling muda usianya, sehingga sering menjadi sasaran perlakuan nakal teman sekelasnya. &#8220;Mereka menempelkan permen karet di rambut saya, mengambil barang-barang milik saya, melempar sepatu saya ke tempat sampah dan masih banyak lagi &#8230;,&#8221; tutur Espin mengenang masa kecilnya.</p>
<p>Ketika berusia 8 tahun, orang tua Espin bercerai, padahal ketika itu Espin baru saja mengalami peristiwa yang paling traumatis selama hidupnya. Tapi ia tidak bersedia mengungkapkan apa peristiwa traumatis itu. Espin jadi suka menyendiri di tempat tertutup dan ia mulai memikirkan hal-hal yang kadang ia tidak temukan jawabannya.</p>
<p>&#8220;Ibu saya menjadi lebih relijius, tapi ia terlalu mengontrol saya. Kadang menyenangkan, kadang tidak. Saya tumbuh dengan rasa takut, rasa tidak aman dan rasa ragu,&#8221; ungkap Espin.</p>
<p>Selain suka menyendiri, Espin merasa nyaman ketika berada di tengah-tengah para biarawati. Ia merasa satu-satunya jalan keluar dari berbagai persoalan di rumahnya adalah mencari perlindungan ke &#8220;rumah Tuhan&#8221;. Pada usia 12 tahun, Espin mengatakan pada ibunya bahwa ia ingin tinggal di seminari bersama para biarawati dan menjadi salah satu dari mereka. Tapi ibunya tidak setuju Espin menjadi biarawati.</p>
<p>Karena ditentang sang ibu, Espin makin mendekatkan diri pada Tuhan dan lebih sering membaca Alkitab. Semakin jauh ia baca, semakin banyak hal dalam Alkitab yang menurut Espin tidak masuk akal, banyak kontradiksi dan ada ide-ide yang tidak lengkap dan tidak jelas. Espin lalu banyak membaca buku-buku tentang agama, sampai menelusuri dunia maya.</p>
<p>&#8220;Saya membaca tentang Yudaisme, Budha, agnostisisme, Hindu dan Kekristenan serta berbagai sekte dalam keagamaan. Semuanya tidak memuaskan akal sehatnya. Saya tidak tertarik membaca tentang Islam karena semua yang saya dengar tentang Islam cenderung negatif. Tapi akhirnya saya mencari-cari informasi tentang Islam sebagai opsi terakhir saya untuk berusaha menemukan jawaban yang logis dari pertanyaan-pertanyaan saya,&#8221; papar Espin.</p>
<p><strong>Tak Boleh Masuk Islam</strong></p>
<p>Setelah mempelajari Islam, Espin merasa menemukan jawaban atas kejanggalan-kejanggalan di dalam Alkitab. &#8220;Islam lebih masuk akal dan menjawab pertanyaan saya tentang berapa Tuhan, tentang Yesus. Saya merasa akhirnya menemukan kebenaran, agama yang sebenarnya,&#8221; tukas Espin.</p>
<p>&#8220;Saya tidak ingat, umur 17 tahun atau 18 tahun ketika saya bilang ke ibu bahwa saya ingin pindah agama dan menjadi seorang Muslim, bahwa saya ingin pergi ke Islamic Center dan belajar di sana. Ibu saya marah dan mengatakan bahwa hanya orang Kristen yang boleh tinggal di rumah dan jika saya serius ingin pindah agama, saya harus keluar rumah. Maka saya bilang kalau saya cuma bercanda agar ibu tidak membahas hal itu,&#8221; tutur Espin.</p>
<p>&#8220;Ibu juga mengontak bibi saya yang kemudian membawa sebuah buku anti-Islam. Buku itu membuat saya takut dan ragu sehingga saya tidak memikirkan lagi ingin menjdi seorang Muslim. Tapi saya juga tidak mau kembali memeluk Kristen karena saya merasa tidak nyaman agama itu,&#8221; sambung Espin.</p>
<p>Waktu pun berlalu. Ibu Espin berpindah agama menjadi seorang Evangelis setelah salah seorang paman Espin-kakak lelaki ibunya-yang menderita kanker mampu bertahan hidup hingga dua tahun padahal dokter memvonis usianya ketika itu tinggal satu minggu atau satu bulan lagi.</p>
<p>&#8220;Di hari ketika ibu saya memutuskan pindah keyakinan menjadi seorang Evangelis, saya berusaha bicara lagi padanya tentang Islam dan memintanya ikut saya ke Islamic Center untuk mendiskusikan tentang keraguan dan ketakutan dalam buku yang diberikan oleh bibi saya tentang Islam. Tak diduga, ibu lebih bersikap terbuka dan mau menerima ajakan saya. Tapi itu cuma sementara. Malamnya, ibu saya kembali menjadi seorang Evangelis yang fanatik dan rasanya sulit bagi saya untuk bicara Islam lagi padanya,&#8221; keluh Espin.</p>
<p><strong>Menjadi Muslimah</strong></p>
<p>Beberapa bulan yang lalu, Espin bertemu dengan seorang lelaki Muslim asal Arab Saudi. Mereka saling jatuh cinta. Espin memutuskan meninggalkan rumah dan pergi ke Mesir untuk menemui lelaki itu dan menikah dengannya. Pergi ke Mesir dan menikah dengan lelaki yang baik dan mencintainya adalah dua mimpi besar Espin.</p>
<p>Setelah menikah di Mesir, Espin masih ragu apakah ia akan masuk Islam. Suaminya lalu mengenalkan Espin pada seorang perempuan yang sabar, taat dan kaya ilmu agamanya, bernama Raya. Raya-lah yang membantu Espin untuk menganalisa situasinya saat itu dan menjernihkan apa yang menjadi keraguan dan kesalahpengertian Espin tentang Islam.</p>
<p>&#8220;Akhirnya saya mengucapkan dua kalimat syahadat pada hari Sabtu, 30 Agustus 2009. Saya mengucapkan syahadat karena saya yakin akan ke-esa-an Tuhan dan Nabi Muhammad adalah nabi yang terakhir. Tapi saya bilang bahwa saya akan mulai mempraktekkan Islam ketika saya merasa sudah siap. Mereka setuju,&#8221; ujar Espin.</p>
<p>Tapi pada hari Senin, semuanya berubah dengan cepat. Saya melakukan kesalahan yang membuat saya pada posisi yang sangat sulit. &#8220;Suami saya menceraikan saya dan saya merasa dunia saya hancur luluh,&#8221; kenang Espin.</p>
<p>Ia putus asa dan tak tahu harus minta tolong pada siapa kecuali pada Raya. Raya memberikan dukungan moril dan mengijinkan Espin tinggal di rumahnya dan memperlakukannya seperti anak sendiri.</p>
<p>&#8220;Saya teringat perkataan ibu bahwa manusia tidak pernah belajar sampai terjadi hal yang buruk padanya. Perkataan itu benar. Persoalan saya dengan suami membuat saya merasa perlu mencari pertolongan pada Allah dan memohon ampunannya,&#8221; imbuh Espin.</p>
<p>Sejak itu Espin mulai berubah. Ia mulai mengenakan busana muslimah dan berjilbab. Ia ingin membuktikan diri di hadapan Allah, pada lelaki yang dicintainya dan pada dirinya sendiri bahwa ia saya sudah mejadi orang yang baru sekarang.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, suami saya memberikan harapan bahwa kami bisa bersama lagi. Saya ingin memperkuat iman dan memafkan diri saya sendiri. Mudah-mudahan di akhir tahun ini, Allah memberi saya kekuatan untuk menerima apa saja yang telah ditakdirkanNya untuk saya. Pengalaman hidup ini betul-betul membuat saya belajar,&#8221; tegas Espin. (ln/readislam)</p>
<p>eraMuslim.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nonimtensys.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nonimtensys.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nonimtensys.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nonimtensys.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nonimtensys.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nonimtensys.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nonimtensys.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nonimtensys.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nonimtensys.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nonimtensys.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nonimtensys.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nonimtensys.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nonimtensys.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nonimtensys.wordpress.com/248/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonimtensys.wordpress.com&amp;blog=4924863&amp;post=248&amp;subd=nonimtensys&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nonimtensys.wordpress.com/2009/12/05/pengalaman-hidup-yang-pahit-betul-betul-membuat-saya-belajar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c2730844dd0e46a6b6703f812735dd5b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nonimtensys</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perlakuan Negara Khilafah Terhadap Non Muslim</title>
		<link>http://nonimtensys.wordpress.com/2009/12/05/perlakuan-negara-khilafah-terhadap-non-muslim/</link>
		<comments>http://nonimtensys.wordpress.com/2009/12/05/perlakuan-negara-khilafah-terhadap-non-muslim/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 09:59:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nonimtensys</dc:creator>
				<category><![CDATA[al-Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[khilafah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nonimtensys.wordpress.com/?p=246</guid>
		<description><![CDATA[Masih banyak orang yang menganggap bahwa penerapan hukum Islam atas non-Muslim hanya berujung pada kerusuhan, pertumpahan darah, dan perpecahan. Ada ketakutan di kalangan non-Muslim, seolah-olah hidup di bawah naungan hukum Islam akan menjadi awal kehancuran kehidupan mereka. Di Dunia Islam, ketakutan ini dimanfaatkan untuk menjustifikasi diambilnya langkah-langkah keras untuk menangani aktivis Muslim yang menyerukan penerapan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonimtensys.wordpress.com&amp;blog=4924863&amp;post=246&amp;subd=nonimtensys&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masih banyak orang yang menganggap bahwa penerapan hukum Islam atas non-Muslim hanya berujung pada kerusuhan, pertumpahan darah, dan perpecahan. Ada ketakutan di kalangan non-Muslim, seolah-olah hidup di bawah naungan hukum Islam akan menjadi awal kehancuran kehidupan mereka. Di Dunia Islam, ketakutan ini dimanfaatkan untuk menjustifikasi diambilnya langkah-langkah keras untuk menangani aktivis Muslim yang menyerukan penerapan hukum syariat dengan menegakkan Negara Khilafah.</p>
<p>Negara-negara Barat imperialis, bersama-sama dengan media dan para penguasa di Dunia Islam yang menjadi antek-antek mereka, dibarengi dengan pengawasan ketat terhadap para pengemban dakwah, memanfaatkan isu-isu seperti penerapan hukum syariat untuk mengolok-olok dan menyerang gagasan penerapan Islam. Mereka masih khawatir jika hukum syariat Islam diterapkan secara benar, hal ini akan melahirkan negara yang keadidayaannya tidak pernah tersaingi oleh negara manapun. Bersatunya begitu banyak orang, dengan latar belakang yang sangat beragam tidak pernah terjadi kecuali di era Khilafah.<br />
<span id="more-246"></span> Karena itu, kita paham, mengapa negara-negara Barat imperialis memiliki agenda untuk merusak citra Islam, (yaitu) supaya Islam tidak dipandang sebagai alternatif bagi ideologi Kapitalis. Untuk memperoleh gambaran yang jernih perihal nasib orang-orang non-Muslim dalam Negara Khilafah, harus dijelaskan kepada kaum Muslim maupun non Muslim, bagaimana Negara Khilafah memperlakukan orang-orang non Muslim yang ada di wilayah kekuasaan Negara Khilafah Islam. Ini diperlukan, agar kekhawatiran dan kesalahpahaman berbagai pihak bisa hilang dengan sendirinya, sekaligus dapat meng-counter berbagai tuduhan keji dari musuh-musuh Islam yang tidak suka dengan kembali diterapkannya syariat Islam.</p>
<p>Non-Muslim adalah Ahlu Dzimmah</p>
<p>Allah Swt menurunkan syariat Islam kepada Rasulullah saw sebagai rahmat bagi seluruh umat manusia, apapun warna kulit, agama, ras, dan segala latar belakang mereka.</p>
<p>وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ</p>
<p>Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam. (TQS. al-Anbiya [21]: 107)</p>
<p>Jika kita kaji syariat dengan baik, maka kita akan melihat betapa syariat Islam telah memberikan panduan rinci bagaimana menangani urusan kaum Muslim, juga non-Muslim, yang hidup di bawah naungan Negara Khilafah. Penerapan syariat terhadap non-Muslim merupakan metode praktis dakwah Islam kepada non-Muslim. Adakah cara yang lebih baik bagi non-Muslim untuk melihat kebenaran Islam selain dengan hidup berdasarkan sistem Islam itu sendiri, dan mengalami kedamaian dan keadilan hukum Allah Swt?</p>
<p>Dalam hukum Islam, warganegara Khilafah yang non-Muslim disebut sebagai dzimmi. Istilah dzimmi berasal dari kata dzimmah, yang berarti “kewajiban untuk memenuhi perjanjian”. Islam menganggap semua orang yang tinggal di Negara Khilafah sebagai warganegara Negara Islam, dan mereka semua berhak memperoleh perlakuan yang sama. Tidak boleh ada diskriminasi antara Muslim dan dzimmi. Negara harus menjaga dan melindungi keyakinan, kehormatan, akal, kehidupan, dan harta benda mereka.</p>
<p>Kedudukan ahlu dzimmah diterangkan oleh Rasulullah saw dalam sabdanya:</p>
<p>“Barangsiapa membunuh seorang mu’ahid (kafir yang mendapatkan jaminan keamanan) tanpa alasan yang haq, maka ia tidak akan mencium wangi surga, bahkan dari jarak empat puluh tahun perjalanan sekali pun”. (HR. Ahmad)</p>
<p>Imam Qarafi menyinggung masalah tanggung jawab negara terhadap ahlu dzimmah. Ia menyatakan, “Kaum Muslim memiliki tanggung jawab terhadap para ahlu dzimmah untuk menyantuni, memenuhi kebutuhan kaum miskin mereka, memberi makan mereka yang kelaparan, menyediakan pakaian, memperlakukan mereka dengan baik, bahkan memaafkan kesalahan mereka dalam kehidupan bertetangga, sekalipun kaum Muslim memang memiliki posisi yang lebih tinggi dari mereka. Umat Islam juga harus memberikan masukan-masukan pada mereka berkenaan dengan masalah yang mereka hadapi dan melindungi mereka dari siapa pun yang bermaksud menyakiti mereka, mencuri dari mereka, atau merampas hak-hak mereka.”</p>
<p>T.W. Arnold, dalam bukunya The Preaching of Islam, menuliskan bagaimana perlakuan yang diterima oleh non-Muslim yang hidup di bawah pemerintahan Daulah Utsmaniyah. Dia menyatakan, “Sekalipun jumlah orang Yunani lebih banyak dari jumlah orang Turki di berbagai provinsi Khilafah yang ada di bagian Eropa, toleransi keagamaan diberikan pada mereka, dan perlindungan jiwa dan harta yang mereka dapatkan membuat mereka mengakui kepemimpinan Sultan atas seluruh umat Kristen”.</p>
<p>Arnold kemudian menjelaskan; “Perlakuan pada warga Kristen oleh pemerintahan Ottoman -selama kurang lebih dua abad setelah penaklukkan Yunani- telah memberikan contoh toleransi keyakinan yang sebelumnya tidak dikenal di daratan Eropa. Kaum Kalvinis Hungaria dan Transilvania, serta negara Unitaris (kesatuan) yang kemudian menggantikan kedua negara tersebut juga lebih suka tunduk pada pemerintahan Turki daripada berada di bawah pemerintahan Hapsburg yang fanatik; kaum protestan Silesia pun sangat menghormati pemerintah Turki, dan bersedia membayar kemerdekaan mereka dengan tunduk pada hukum Islam… kaum Cossack yang merupakan penganut kepercayaan kuno dan selalu ditindas oleh Gereja Rusia, menghirup suasana toleransi dengan kaum Kristen di bawah pemerintahan Sultan.”</p>
<p>Kategori non-Muslim</p>
<p>Syariat Islam berlaku untuk semua ahlu dzimmah. Ahlu dzimmah mencakup seluruh mu’ahid (orang-orang yang terikat perjanjian dengan Negara Khilafah) dan musta’min (individu yang memasuki wilayah Negara Khilafah dengan ijin), selain dari para diplomat yang diperlakukan berdasarkan perjanjian bersama dengan negara lain.</p>
<p>Ada dua kategori ahlu dzimmah. Pertama adalah Ahli Kitab, dan kategori kedua adalah umat-umat agama lainnya. Ahli Kitab terdiri atas umat Yahudi dan Kristen. Syariat menyatakan bahwa umat Islam diperbolehkan memakan binatang-binatang sembelihan mereka, dan para lelaki Muslim diperbolehkan menikahi perempuan-perempuan Ahli Kitab. Sementara umat agama lainnya memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan Ahli Kitab, namun binatang sembelihan mereka tidak boleh dimakan oleh umat Islam, dan perempuan-perempuan mereka tidak boleh dinikahi oleh lelaki Muslim. Bukti untuk hal ini ialah:</p>
<p>Non-Muslim Berhak Menjalankan Kepercayaan Mereka</p>
<p>Allah Swt menyatakan:</p>
<p>لاَ إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ</p>
<p>Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam). (TQS. al-Baqarah [2]: 256)</p>
<p>Ayat tersebut menyatakan bahwa Negara Islam tidak diperbolehkan memaksa orang-orang non-Islam untuk meninggalkan kepercayaan mereka. Namun umat non-Muslim harus menerima Islam bila telah meyakini akidah Islam secara intelektual. Ini terbukti melalui fakta bahwa hingga hari ini masih ada komunitas Yahudi dan Kristen yang tinggal di kawasan Timur Tengah walaupun Negara Islam telah berkuasa di kawasan tersebut selama 1300 tahun.</p>
<p>Kita melihat penerapan peraturan ini secara praktis selama masa pemerintahan Khilafah Utsmaniyah. T.W. Arnold dalam bukunya The Preaching of Islam, menyatakan bahwa Uskup Agung Kristen dan Sinoda Agung bebas memutuskan segala hal yang berkenaan dengan keyakinan dan dogma tanpa menerima intervensi apapun dari negara. Hal ini justru tidak pernah terjadi pada masa pemerintahan para Kaisar Byzantium.</p>
<p>Non-Muslim Mengikuti Aturan Agama Mereka dalam Hal Makanan dan Pakaian</p>
<p>Dalam hal makanan dan pakaian, umat non-Muslim berhak mengikuti aturan agama mereka tentang tata kehidupan publik.</p>
<p>Mazhab Imam Abu Hanifah menyatakan: “Islam membolehkan ahlu dzimmah meminum minuman keras, memakan daging babi, dan menjalankan segala aturan agama mereka dalam wilayah yang diatur oleh syariat.”</p>
<p>Maka, selama hal tersebut dilakukan secara privat dan tidak dilakukan di ruang publik, Negara Islam tidak punya urusan untuk mengusik masalah-masalah pribadi mereka. Namun bila, misalnya seorang ahlu dzimmah membuka toko yang menjual minuman keras, maka dia akan dihukum berdasarkan aturan syariat Islam.</p>
<p>Urusan Pernikahan dan Perceraian Antar Non-Muslim Dilakukan Menurut Aturan Agama Mereka</p>
<p>Umat non-Islam diijinkan untuk saling menikah antar mereka berdasarkan keyakinannya. Mereka dapat dinikahkan di Gereja atau Sinagog oleh Pendeta atau Rabbi. Mereka juga dapat bercerai menurut aturan agama mereka.</p>
<p>Syariat membolehkan seorang lelaki Muslim untuk menikahi perempuan Ahli Kitab. Al-Qur’an menyatakan:</p>
<p>الْيَوْمَ أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ وَطَعَامُ الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ حِلٌّ لَّكُمْ وَطَعَامُكُمْ حِلُّ لَّهُمْ وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ الْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ مِن قَبْلِكُمْ إِذَا آتَيْتُمُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ مُحْصِنِينَ غَيْرَ مُسَافِحِينَ وَلاَ مُتَّخِذِي أَخْدَانٍ وَمَن يَكْفُرْ بِالإِيمَانِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ</p>
<p>Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi al-Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman, dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi al-Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. Barang siapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya, dan ia di hari akhirat termasuk orang-orang merugi. (TQS. al-Maidah [5]: 5 )</p>
<p>Dengan demikian, maka masalah pernikahan, perceraian, dan masalah-masalah keluarga lainnya, termasuk anak-anak, harus diurus berdasarkan syariat Islam.</p>
<p>Non-Muslim Wajib Mengikuti Syariat Islam dalam Masalah Hubungan Sosial Kemasyarakatan</p>
<p>Masalah lain dan aturan-aturan lain yang digariskan syariat Islam, seperti sistem sanksi, sistem peradilan, sistem pemerintahan, ekonomi, dan kebijakan luar negeri, diterapkan oleh Negara Islam pada semua orang secara sama, tanpa memandang Muslim atau non-Muslim.</p>
<p>Sistem Sanksi</p>
<p>Muslim dan non-Muslim wajib dikenakan hukuman karena kejahatan yang mereka lakukan berdasarkan hukum Islam. Beberapa contoh di bawah ini jelas menunjukkan hal tersebut.</p>
<p>· Nabi Muhammad saw bersabda: “Demi Allah, jika Fatimah binti Muhammad mencuri, akan kupotong tangannya.”</p>
<p>· Umar bin Khaththab ra menghukum puteranya sendiri ketika ia menjabat sebagai Khalifah.</p>
<p>· Ibnu Umar meriwayatkan: “Dua orang Yahudi didakwa karena berzina dan dibawa ke hadapan Nabi saw, beliau kemudian memerintahkan agar mereka dirajam.”</p>
<p>· Anas meriwayatkan: “Seorang Yahudi membunuh seorang gadis dengan batu, Rasulullah saw pun kemudian membunuhnya.”</p>
<p>· Mazhab Imam Abu Hanifah menyatakan: “Bila seorang Muslim membunuh siapapun dari kalangan ahlu dzimmah, maka dia wajib dihukum dengan dibunuh pula, ini berlaku baik pada perempuan maupun lelaki.”</p>
<p>Sistem Peradilan</p>
<p>يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُونُواْ قَوَّامِينَ لِلّهِ شُهَدَاء بِالْقِسْطِ وَلاَ يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلاَّ تَعْدِلُواْ اعْدِلُواْ هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُواْ اللّهَ إِنَّ اللّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ ﴿٨﴾</p>
<p>Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (TQS. al-Maidah [5]: 8 )</p>
<p>Di mata hukum, tidak ada perbedaan antara non-Muslim dengan Muslim. Hakim (qadli) wajib mencermati pembuktian yang disyaratkan menurut syariat semata, bukan menurut aturan lain. Ada banyak contoh yang menunjukkan bagaimana non-Muslim dapat mengalahkan seorang Muslim di pengadilan.</p>
<p>Pada masa Khalifah Umar bin Khaththab, sejumlah Muslim menyerobot tanah yang dimiliki oleh seorang Yahudi dan mendirikan masjid di atas tanah tersebut. Ini jelas melanggar hak Yahudi tersebut sebagai ahlu dzimmah. Umar kemudian memerintahkan agar masjid tersebut dirubuhkan dan tanah tersebut dikembalikan pada orang Yahudi tersebut.</p>
<p>Dalam kasus lainnya, pada masa pemerintahan Imam Ali, seorang Yahudi mencuri baju zirah milik Khalifah. Ali kemudian mengadukan Yahudi tersebut ke pengadilan dan membawa puteranya sebagai saksi. Hakim menolak gugatan sang Khalifah, dan menyatakan bahwa seorang anak tidak dapat dijadikan saksi dalam perkara yang melibatkan ayahnya di pengadilan. Setelah menyaksikan keadilan tersebut, si Yahudi kemudian mengaku bahwa ia memang mencuri baju tersebut dan kemudian memeluk Islam.</p>
<p>Sistem Ekonomi</p>
<p>قَاتِلُواْ الَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَلاَ بِالْيَوْمِ الآخِرِ وَلاَ يُحَرِّمُونَ مَا حَرَّمَ اللّهُ وَرَسُولُهُ وَلاَ يَدِينُونَ دِينَ الْحَقِّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ حَتَّى يُعْطُواْ الْجِزْيَةَ عَن يَدٍ وَهُمْ صَاغِرُونَ ﴿٢٩﴾</p>
<p>Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh, sedang mereka dalam keadaan tunduk. (TQS. at Taubah [9]: 29)</p>
<p>Non-Muslim wajib membayar pungutan tahunan yang disebut jizyah. Sebagai balasannya, Negara Khilafah berkewajiban melindungi mereka. Ali menyatakan, “Dengan dibayarkannya jizyah, maka harta mereka sama nilainya dengan harta kita, dan darah mereka pun seperti darah kita.”</p>
<p>Jizyah diambil dari orang-orang dewasa yang sehat akalnya. Jizyah tidak dikenakan pada anak kecil, orang gila, atau wanita. Besaran jizyah tidak diatur secara pasti, namun diserahkan pada opini dan ijtihad Khalifah. Khalifah wajib mempertimbangkan aspek-aspek kesejahteraan dan kemiskinan, sehingga tidak memberatkan kaum dzimmi.</p>
<p>Rasulullah saw pernah mengangkat Abdullah bin Arqam untuk mengurusi masalah jizyah para ahlu dzimmah, dan kala beliau hendak beranjak pergi, Nabi saw memanggilnya kembali dan menyatakan, “Siapapun yang menindas seseorang yang terikat perjanjian (mu’ahid), atau membebaninya melebihi kemampuannya dan menyakitinya, atau mengambil apapun yang menjadi haknya tanpa keikhlasan darinya, maka aku akan menuntut orang (penindas) tersebut pada Hari Perhitungan.” (HR. Abu Dawud)</p>
<p>Sebagai contoh, jizyah pada masa Umar bin Khaththab adalah sebagai berikut:</p>
<p>* 4 dinar untuk golongan kaya (setara £108,00)<br />
* 2 dinar untuk golongan menengah (setara £54,00)<br />
* 1 dinar untuk golongan miskin (setara £27,00)</p>
<p>Pungutan ini tidak sama dengan pajak, seperti sistem perpajakan yang amat menindas saat ini. Secara finansial, kesejahteraan ahlu dzimmah terjaga di bawah Negara Islam, dan mereka pun berhak menggarap berbagai bisnis dan melakukan perdagangan.</p>
<p>Cecil Roth, dalam bukunya The House of Nasi: Dona Gracia, menyatakan bahwa perlakuan pada kaum Yahudi di bawah pemerintahan Ottoman telah menarik perhatian kaum Yahudi dari berbagai negeri Eropa Barat. Wilayah Islam pun menjadi lahan emas. Dokter-dokter Yahudi dari Akademi Salanca dipekerjakan untuk mengurusi Sultan dan para Wazir. Di berbagai tempat, industri pembuatan gelas dan penempaan logam menjadi bidang-bidang yang dimonopoli kaum Yahudi, dengan pengetahuan mereka dalam penguasaan bahasa asing, mereka merupakan kompetitor utama bagi para pedagang Venesia.</p>
<p>Hukum syariat menyatakan: “Non-Muslim dari kalangan Ahli Kitab memiliki hak yang sama dengan Muslim untuk apapun yang berasal dari Baitul Mal.” Maka, kaum miskin ahlu dzimmah pun berhak mendapatkan bantuan dari Baitul Mal (Kas Negara).</p>
<p>Kondisi ini jelas tidak sama dengan dunia Barat maupun Timur saat ini, yang membatasi imigran dalam hal perekonomian, bersikap rasis pada mereka, serta membuat aturan ketat yang mencegah masuknya kaum imigran. Negara Islam tidak menerapkan kebijakan macam itu. Siapapun yang ingin menjadi warga dari Negara Islam memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan warganegara lainnya. Sultan Bayazid II menyikapi masalah pengusiran kaum Yahudi yang dilakukan oleh Ferdinand, Raja Katolik Spanyol, dengan mengeluarkan pernyataan, “Bagaimana mungkin Ferdinand dapat disebut ‘bijak’, dia telah memiskinkan wilayah kekuasaannya guna memperkaya dirinya.” Sultan kemudian menerima pengungsi Yahudi dengan tangan terbuka. Sama halnya dengan diterimanya kaum Yahudi di Turki setelah Konstantinopel dibebaskan oleh Islam di bawah Muhammad Sang Penakluk (Muhammad al-Fatih)</p>
<p>Non-Muslim Tidak Berhak Memegang Posisi Pengambil Kebijakan</p>
<p>الَّذِينَ يَتَرَبَّصُونَ بِكُمْ فَإِن كَانَ لَكُمْ فَتْحٌ مِّنَ اللّهِ قَالُواْ أَلَمْ نَكُن مَّعَكُمْ وَإِن كَانَ لِلْكَافِرِينَ نَصِيبٌ قَالُواْ أَلَمْ نَسْتَحْوِذْ عَلَيْكُمْ وَنَمْنَعْكُم مِّنَ الْمُؤْمِنِينَ فَاللّهُ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَن يَجْعَلَ اللّهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيلاً ﴿١٤١﴾</p>
<p>Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman. (TQS. an-Nisa [4]: 141)</p>
<p>Ayat ini mengekspresikan larangan bagi non-Muslim (orang kafir) untuk memegang pos-pos kekuasaan atas umat Islam. Selain itu, kaum non Muslim tidak berhak berpartisipasi dalam pemilihan Khalifah.</p>
<p>Majelis Umat</p>
<p>Siapapun yang memiliki kewarganegaraan, bila ia dewasa dan berakal sehat, memiliki hak untuk menjadi anggota Majelis Umat. Dalam hal ini, dia memiliki hak untuk memilih anggota-anggota Majelis, baik perempuan maupun lelaki, baik Muslim maupun non Muslim.</p>
<p>Kaum non Muslim berhak menjadi anggota Majelis Umat, untuk menampung aspirasi kalangan mereka terhadap perlakuan hukum oleh penguasa pada diri mereka, atau untuk mengoreksi kesalahan implementasi hukum Islam atas diri mereka. Diriwayatkan bahwa Abu Bakar ra. berbincang dengan seorang Yahudi bernama Finhas yang diajaknya untuk masuk Islam. Finhas kemudian menjawab, “Demi Allah Abu Bakar, kita tidak memerlukan Allah sebagaimana Ia membutuhkan kita, dan kita tak perlu meminta bantuan-Nya sebagaimana Ia meminta bantuan pada kita. Kita tidak memerlukan-Nya, sementara Dia memerlukan kita. Bila Dia benar-benar Maha Kaya, Dia tak akan meminta pinjaman uang pada kita sebagaimana yang dikatakan oleh temanmu. Dia (Rasulullah saw) melarangmu melakukan riba, namun membolehkan kami (Yahudi) melakukannya, dan bila Dia benar-benar Maha Kaya, Dia tak akan membolehkan kami melakukannya.” Dalam hal ini, Finhas mengomentari firman Allah:</p>
<p>مَّن ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللّهَ قَرْضاً حَسَناً فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافاً كَثِيرَةً وَاللّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ</p>
<p>Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki), dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan. (TQS. al-Baqarah [2]: 245)</p>
<p>Abu Bakar tidak terima dengan pelecehan tersebut. Ia memukul wajah Finhas dengan keras sambil berkata, “Demi Allah, bila tidak ada ikatan perjanjian antara engkau dan kami (umat Islam), aku akan membunuhmu, engkau adalah musuh Allah!” Finhas kemudian pergi dan mengadukan pemukulan yang dilakukan Abu Bakar kepada Nabi saw. Nabi saw mendengarkan pengaduannya, lalu menanyai Abu Bakar tentang insiden tersebut. Abu Bakar menceritakan pada Nabi saw tentang apa yang terjadi, namun Finhas kemudian membantah bahwa dia telah melakukan pelecehan. Segera setelah itu, Allah Swt menurunkan wahyu:</p>
<p>لَّقَدْ سَمِعَ اللّهُ قَوْلَ الَّذِينَ قَالُواْ إِنَّ اللّهَ فَقِيرٌ وَنَحْنُ أَغْنِيَاء سَنَكْتُبُ مَا قَالُواْ وَقَتْلَهُمُ الأَنبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَنَقُولُ ذُوقُواْ عَذَابَ الْحَرِيقِ</p>
<p>Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan orang-orang yang mengatakan; ‘Sesungguhnya Allah miskin dan kami kaya’. Kami akan mencatat perkataan mereka itu dan perbuatan mereka membunuh Nabi-nabi tanpa alasan yang benar, dan Kami akan mengatakan (kepada mereka); ‘Rasakanlah olehmu azab yang membakar’. (TQS. Ali Imran [3]: 181)</p>
<p>Abu Bakar adalah salah seorang pembantu Rasulullah saw pada saat insiden tersebut terjadi, dan Finhas adalah seorang dzimmi. Rasulullah saw mendengarkan pengaduan Finhas atas Abu Bakar, sekalipun yang diadukannya adalah dusta. Karena itu, bila pengaduan diajukan oleh seseorang yang terikat perjanjian dengan negara, maka pengaduan tersebut perlu didengarkan, karena dia terikat perjanjian sebagai ahlu dzimmah.</p>
<p>Namun, non-Muslim tidak berhak menyuarakan opini mereka atas hal-hal yang berkenaan dengan hukum, karena hukum Islam merupakan turunan dari akidah Islam. Kaum non-Muslim meyakini doktrin yang asing dan bertentangan dengan akidah Islam. Karena itu, opini mereka tidak dibutuhkan dalam masalah hukum.</p>
<p>Anggota Majelis dari kalangan non-Muslim tidak memiliki hak untuk mengkaji pengadopsian yang dilakukan Khalifah dalam hal hukum dan peraturan Islam, karena mereka tidak mengimani ajaran Islam. Hak mereka hanyalah untuk menyuarakan opini mereka atas ketidakadilan penguasa terhadap mereka, bukan dalam mengekspresikan opini atas hukum dan peraturan Islam.</p>
<p>T.W. Arnold dalam bukunya The Preaching of Islam, menyatakan: “Kala Konstantinopel kemudian dibuka oleh keadilan Islam pada 1453, Sultan Muhammad II menyatakan dirinya sebagai pelindung Gereja Yunani. Penindasan pada kaum Kristen dilarang keras, dan untuk itu dikeluarkan sebuah Dekrit yang memerintahkan penjagaan keamanan pada Uskup Agung yang baru terpilih, Gennadios, beserta seluruh uskup dan para penerusnya. Hal yang tak pernah didapatkan dari penguasa sebelumnya. Gennadios diberi staf keuskupan oleh Sultan sendiri. Sang Uskup juga berhak meminta perhatian pemerintah dan keputusan Sultan untuk menyikapi para gubernur yang tidak adil.”</p>
<p>Militer</p>
<p>Perlindungan pada ahlu dzimmah merupakan kewajiban bagi seluruh umat Islam. Ahlu Dzimmah tidak diwajibkan bergabung dalam kemiliteran dan berperang untuk membela Negara Islam.</p>
<p>Ibnu Hazm menyatakan, “Salah satu hak yang dimiliki oleh ahlu dzimmah adalah bilamana Negara Islam diserang dan mereka tinggal di wilayah Islam, maka umat Islam wajib melindungi mereka mati-matian. Dalam hal ini, perlakuan lemah lembut adalah hak para ahlu dzimmah.”</p>
<p>Namun bila mereka mau, mereka dapat menjadi bagian dari tentara Islam dan berhak mendapat gaji atas kerja mereka. Namun mereka tidak diizinkan untuk memegang posisi pemimpin pasukan dalam kemiliteran.</p>
<p>Pegawai Negeri Sipil</p>
<p>Siapa pun yang memiliki kewarganegaraan dan memiliki kemampuan, lelaki ataupun perempuan, Muslim ataupun non-Muslim, dapat dipilih sebagai direktur atau pegawai departemen administratif. Ini diambil dari aturan tentang pekerja (ijarah), yang membolehkan mempekerjakan orang, terlepas dari apa pun agamanya. Riwayat-riwayat tentang pengupahan tidak mengatur kelompok-kelompok tertentu secara spesifik:</p>
<p>Rasulullah saw sendiri pernah mempekerjakan seorang lelaki non-Muslim dari Bani ad-Dail. Ini menunjukkan bahwa mempekerjakan seorang non-Muslim diperbolehkan, sebagaimana mempekerjakan seorang Muslim.</p>
<p>Kebijakan Luar Negeri</p>
<p>Kebijakan luar negeri Negara Islam adalah mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia. Metode yang ditempuh adalah melakukan jihad pada negara lain. Tujuannya adalah untuk melenyapkan penghalang yang merintangi penerapan aturan Islam dan menunjukkan pesan Islam pada seluruh rakyatnya.</p>
<p>Motivasi penaklukkan negeri-negeri lain semata-mata digerakkan oleh keinginan untuk mencari keridlaan Allah Swt. Penaklukkan tidak boleh dilakukan demi perolehan materi. Karena itu, bila Negara Islam menaklukkan negara lainnya, Negara Islam tidak akan menindas rakyatnya dengan mencuri kekayaan alamnya.</p>
<p>Dalam bukunya, al-Kharaj, Abu Yusuf (yang kepala Qadli di masa pemerintahan Khalifah Harun ar-Rasyid) memberikan laporan sebagai berikut: “Setelah ditandatanganinya perjanjian dengan rakyat Suriah dan mengumpulkan jizyah dan kharaj, Abu Ubaidah menerima berita bahwa pasukan Byzantium telah menyiapkan pasukan untuk menyerang. Berita ini memberikan efek yang dahsyat pada Abu Ubaidah dan umat Islam. Dia mengirimkan pesan pada para penguasa kota-kota yang telah membuat perjanjian, meminta mereka mengembalikan pembayaran jizyah dan kharaj, dengan satu perintah pada mereka, ‘Kami kembalikan pada kalian uang kalian yang telah dibayarkan pada kami, karena adanya berita yang menyebutkan pasukan musuh hendak menyerang kami, namun, bila Allah memberikan kemenangan pada kami atas musuh, kami akan menaati janji kami dengan mereka yang terikat perjanjian dengan kami.’ Ketika hal ini disampaikan pada kaum ahlu dzimmah dan uang mereka dikembalikan, mereka berkata pada umat Islam, “Semoga Tuhan mengembalikan kalian pada kami, dan memberikan kemenangan pada kalian atas mereka!”</p>
<p>Wilayah-wilayah yang Tak Boleh Ditempati Non-Muslim</p>
<p>Non-Muslim tidak diperbolehkan tinggal di Jazirah Arab, karena Umar meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Aku akan mengusir kaum Yahudi dan Kristen dari Semenanjung Arabia, dan tidak boleh ada yang tinggal di sini kecuali umat Islam” (HR. Muslim)</p>
<p>Yahya meriwayatkan padaku dari Malik dari Ibnu Shihab, bahwa Rasulullah saw bersabda, ‘Tidak boleh ada dua agama di Jazirah Arab.’ (al-Muwaththa). Selain itu, Yahudi tidak boleh tinggal di al-Quds, karena Ijma para sahabat ketika penandatanganan perjanjian antara Umar bin Khaththab dengan umat Kristen Iliya (al-Quds) saat dia menyatakan, “Tak seorang Yahudi pun boleh tinggal di Iliya.”</p>
<p>Integrasi Kaum Non-Muslim ke dalam Khilafah</p>
<p>Atas dasar hal ini, jelas bahwa kaum non-Muslim dapat terintegrasikan dengan baik dalam masyarakat Islam. Agama-agama Yahudi, Kristen, dan lainnya hanya memiliki aturan yang membahas masalah manusia dengan Tuhan dan manusia dengan dirinya sendiri. Dalam dua jenis hubungan tersebut, hukum Islam memungkinkan non-Muslim untuk mengikuti keyakinan mereka sendiri; maka, tak ada konflik dengan non-Muslim.</p>
<p>Dalam hubungan sesama manusia, misalnya dalam hubungan kemayarakatan, kaum non-Muslim tidak memiliki aturan yang mengatur masalah ini. Karena itu, mereka harus mengadopsi sebuah sistem untuk kehidupan mereka di tengah-tengah masyarakat. Sistem Islam, bilamana diterapkan, sejauh ini merupakan sistem yang paling berhasil dalam mengintegrasikan non-Muslim ke dalam masyarakat Islam. Berbagai pemberontakan dan perpecahan yang dilakukan kaum non-Muslim yang hidup di Negara Islam pada zaman dahulu, seperti kaum Kristen di Yunani dan Libanon, terjadi karena adanya campur tangan Inggris dan Perancis yang mendukung pemberontakan tersebut sebagai salah satu upaya menghancurkan Negara Khilafah.</p>
<p>Dengan melakukan kajian atas peraturan Islam terhadap kaum non-Muslim, kita dapat melihat bahwa Negara Khilafah bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti oleh kaum non-Muslim. Khilafah adalah sebuah negara yang akan membawa mereka keluar dari kegelapan dan penindasan sistem kapitalis, menuju cahaya dan keadilan Islam. Perlakuan Khilafah pada kaum non-Muslim semacam inilah yang kemudian membuat banyak orang memeluk agama Islam. Jumlah orang yang pindah agama sangat besar sekali hingga akhirnya seluruh suku di Jazirah Arab memeluk Islam. Para penguasa negara pada masa lalu pun banyak yang menulis surat kepada Khalifah agar menerapkan Islam atas mereka. Inilah sebabnya mengapa orang Kristen Ashsham berperang di sisi umat Islam dalam menghadapi serangan Tentara Salib Eropa yang hendak menyerang negara mereka. Di India pada 1920, bahkan banyak umat Hindu yang bergabung dengan gerakan Khilafah yang mencoba mengembalikan tegaknya Negara Khilafah!</p>
<p>إِذَا جَاء نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ ﴿١﴾ وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجاً ﴿٢﴾ فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ إِنَّهُ كَانَ تَوَّاباً ﴿٣﴾</p>
<p>Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat. (TQS. an-Nashr [110]: 1-3)</p>
<p>Sumber: www.hizbut-tahrir.or.id</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nonimtensys.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nonimtensys.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nonimtensys.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nonimtensys.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nonimtensys.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nonimtensys.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nonimtensys.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nonimtensys.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nonimtensys.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nonimtensys.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nonimtensys.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nonimtensys.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nonimtensys.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nonimtensys.wordpress.com/246/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonimtensys.wordpress.com&amp;blog=4924863&amp;post=246&amp;subd=nonimtensys&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nonimtensys.wordpress.com/2009/12/05/perlakuan-negara-khilafah-terhadap-non-muslim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c2730844dd0e46a6b6703f812735dd5b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nonimtensys</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jejak Khilafah dan Syariah di Indonesia</title>
		<link>http://nonimtensys.wordpress.com/2009/12/05/jejak-khilafah-dan-syariah-di-indonesia/</link>
		<comments>http://nonimtensys.wordpress.com/2009/12/05/jejak-khilafah-dan-syariah-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 09:57:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nonimtensys</dc:creator>
				<category><![CDATA[al-Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[khilafah]]></category>
		<category><![CDATA[syariah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nonimtensys.wordpress.com/?p=244</guid>
		<description><![CDATA[Tidak banyak kaum Muslim, khususnya di Indonesia, yang tahu bahwa pada bulan Maret ini, 83 tahun lalu menurut hitungan Masehi dan 86 tahun menurut hitungan Hijriah, tepatnya tanggal 3 Maret 1924, Khilafah Islam yang berkedudukan di Turki diruntuhkan oleh kekuatan penjajah Inggris melalui kaki tangannya, Mustafa Kemal Attaturk. Sepantasnya kaum Muslim prihatin-sebagaimana jutaan umat Islam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonimtensys.wordpress.com&amp;blog=4924863&amp;post=244&amp;subd=nonimtensys&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak banyak kaum Muslim, khususnya di Indonesia, yang tahu bahwa pada bulan Maret ini, 83 tahun lalu menurut hitungan Masehi dan 86 tahun menurut hitungan Hijriah, tepatnya tanggal 3 Maret 1924, Khilafah Islam yang berkedudukan di Turki diruntuhkan oleh kekuatan penjajah Inggris melalui kaki tangannya, Mustafa Kemal Attaturk. Sepantasnya kaum Muslim prihatin-sebagaimana jutaan umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, yang sedih luar biasa saat itu-menyaksikan institusi politik Islam global itu diruntuhkan.</p>
<p>Ya, kita pantas prihatin dan bersedih karena:</p>
<p>Pertama, Khilafah adalah institusi politik yang telah di-nubuwwah-kan oleh Rasul saw. sejak 14 abad yang lalu:.</p>
<p><em>Dulu Bani Israil selalu dipimpin dan dipelihara urusannya oleh para nabi. Setiap nabi meninggal, nabi lain menggantikannya. Sesungguhnya tidak ada nabi sesudahku. Akan tetapi, nanti akan ada banyak khalifah. (HR al-Bukhari dan Muslim).</em><br />
<span id="more-244"></span><br />
Kedua, Khilafahlah yang lebih dari 13 abad mengayomi dan mempersatukan kaum Muslim sedunia, dengan seluruh kemajuan peradabannya, kejayaan institusinya dan kemakmuran warga negaranya. Bahkan kaum Muslim Indonesia pun pernah merasakan perhatian dan kepedulian Khilafah; sesuatu yang tidak banyak diketahui oleh kaum Muslim sendiri di negeri ini.</p>
<p>Namun demikian, tulisan berikut tidak dimaksudkan untuk &#8220;meratapi&#8221; keruntuhan Khilafah. Tulisan ini lebih ditujukan agar kita tidak mudah melupakan begitu saja sejarah kita sendiri sebagai umat Islam, khususnya di Indonesia, yang diakui atau tidak, banyak diwarnai oleh warna Islam. Bahkan jejak syariah dan Khilafah di Indonesia sebetulnya bisa ditelusuri dari sejumlah rujukan dan bukti sejarah yang bisa dipertanggungjawabkan.<br />
<strong>Awal Masuknya Islam</strong></p>
<p>Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-7. Saat itu sudah ada jalur pelayaran yang ramai dan bersifat internasional melalui Selat Malaka yang menghubungkan Dinasti Tang di Cina, Sriwijaya di Asia Tenggara dan Bani Umayyah di Asia Barat sejak abad ke-7. (Prof. Dr. Uka Tjandrasasmita, dalam Ensiklopedia Tematis Dunia Islam Asia Tenggara, Kedatangan dan Penyebaran Islam, 2002, Ichtiar Baru Van Hoeve, Jakarta, hlm. 9-27).</p>
<p>Sebuah kesultanan Islam bernama Kesultanan Peureulak didirikan pada 1 Muharram 225H atau 12 November tahun 839M. Demikian pula Kerajaan Ternate tahun 1440. Kerajaan Islam lain di Maluku adalah Tidore dan Kerajaan Bacan. Institusi Islam lainnya di Kalimantan adalah Kesultanan Sambas, Pontianak, Banjar, Pasir, Bulungan, Tanjungpura, Mempawah, Sintang dan Kutai. Di Sumatera setidaknya diwakili oleh institusi kesultanan Peureulak, Samudera Pasai, Aceh Darussalam, Palembang. Adapun kesultanan di Jawa antara lain: Kesultanan Demak yang dilanjutkan oleh Kesultanan Jipang, lalu dilanjutkan Kesultanan Pajang dan dilanjutkan oleh Kesultanan Mataram, Cirebon dan Banten. Di Sulawesi, Silam diterapkan dalam institusi Kerajaan Gowa dan Tallo, Bone, Wajo, Soppeng dan Luwu. Di Nusa Tenggara penerapan Islam di sana dilaksanakan dalam institusi Kesultanan Bima. (Ensiklopedia Tematis Dunia Islam: Khilafah dalam bagian &#8220;Dunia Islam Bagian Timur&#8221;, PT. Ichtiar Baru Vab Hoeve, Jakarta. 2002).</p>
<p><strong>Jejak Penerapan Syariah Islam</strong></p>
<p>Seiring perjalanan waktu, hukum-hukum Islam diterapkan secara menyeluruh dan sistemik di Indonesia. A.C Milner mengatakan bahwa Aceh dan Banten adalah kerajaan Islam di Nusantara yang paling ketat melaksanakan hukum Islam sebagai hukum negara pada abad ke-17. Di Banten, hukuman terhadap pencuri dengan memotong tangan bagi pencurian senilai 1 gram emas telah dilakukan pada tahun 1651-1680 M di bawah Sultan Ageng Tirtayasa. Sultan Iskandar Muda pernah menerapkan hukum rajam terhadap putranya sendiri yang bernama Meurah Pupok yang berzina dengan istri seorang perwira. Kerajaan Aceh Darussalam mempunyai UUD Islam bernama Kitab Adat Mahkota Alam. Sultan Alaudin dan Iskandar Muda memerintahkan pelaksanaan kewajiban shalat lima waktu dalam sehari semalam dan ibadah puasa secara ketat. Hukuman dijalankan kepada mereka yang melanggar ketentuan. (Musyrifah Sunanto, 2005).</p>
<p>Kerajaan Demak sebagai kerajaan Islam I di Jawa memiliki jabatan qadi di Kesultanan yang dijabat oleh Sunan Kalijaga. De Graff dan Th Pigeaud mengakui hal ini. Di Kerajaan Mataram pertama kali dilakukan perubahan tata hukum di bawah pengaruh hukum Islam oleh Sultan Agung. Perkara kejahatan yang menjadi urusan peradilan dihukumi menurut kitab Kisas, yaitu kitab undang-undang hukum Islam pada masa Sultan Agung.</p>
<p>Dalam bidang ekonomi Sultan Iskandar Muda mengeluarkan kebijakan pengharaman riba. Menurut Alfian, deureuham adalah mata uang Aceh pertama. Istilah deureuham dari bahasa Arab dirham. Selain itu Kesultanan Samudera Pasai pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Malik az-Zahir (1297/1326) telah mengeluarkan mata uang emas. (Ekonomi Masa Kesultanan; Ensiklopedia Tematis Dunia Islam: Khilafah dalam bagian &#8220;Dunia Islam Bagian Timur&#8221;, PT. Ichtiar Baru Vab Hoeve, Jakarta. 2002).</p>
<p><strong>Hubungan dengan Khilafah</strong></p>
<p>Di samping penerapan syariah Islam, hubungan Nusantara dengan Khilafah Islam pun terjalin. Pada tahun 100 H (718 M) Raja Sriwijaya Jambi yang bernama Srindravarman mengirim surat kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz dari Khilafah Bani Umayyah. Sang Raja meminta dikirimi dai yang bisa menjelaskan Islam kepadanya. Dua tahun kemudian, yakni tahun 720 M, Raja Srindravarman, yang semula Hindu, masuk Islam. Sriwijaya Jambi pun dikenal dengan nama Sribuza Islam. (Ayzumardi Azra, 2005).</p>
<p>Sebagian pengemban dakwah Islam juga merupakan utusan langsung yang dikirim oleh Khalifah melalui amilnya. Tahun 808H/1404M adalah awal kali ulama utusan Khalifah Muhammad I ke Pulau Jawa (yang kelak dikenal dengan nama Walisongo). Setiap periode ada utusan yang tetap dan ada pula yang diganti. Pengiriman ini dilakukan selama lima periode. (Rahimsyah, Kisah Wali Songo, t.t., Karya Agung Surabaya, hlm. 6).</p>
<p>Bernard Lewis (2004) menyebutkan bahwa pada tahun 1563 penguasa Muslim di Aceh mengirim seorang utusan ke Istanbul untuk meminta bantuan melawan Portugis. Dikirimlah 19 kapal perang dan sejumlah kapal lainnya pengangkut persenjataan dan persediaan; sekalipun hanya satu atau dua kapal yang tiba di Aceh.</p>
<p>Hubungan ini tampak pula dalam penganugerahan gelar-gelar kehormatan. Abdul Qadir dari Kesultanan Banten, misalnya, tahun 1048 H (1638 M) dianugerahi gelar Sultan Abulmafakir Mahmud Abdul Kadir oleh Syarif Zaid, Syarif Makkah saat itu. Pangeran Rangsang dari Kesultanan Mataram memperoleh gelar sultan dari Syarif Makkah tahun 1051 H (1641 M) dengan gelar, Sultan Abdullah Muhammad Maulana Matarami. (Ensiklopedia Tematik Dunia Islam Asia Tenggara, 2002). Bahkan Banten sejak awal memang menganggap dirinya sebagai Kerajaan Islam, dan tentunya termasuk Dar al-Islam yang ada di bawah kepemimpinan Khalifah Turki Utsmani di Istanbul. (Ensiklopedia Tematis Dunia Islam, Struktur Politik dan Ulama: Kesultanan Banten, 2002).</p>
<p>Selain itu, Snouck Hurgrounye, sebagaimana yang dikutip oleh Deliar Noer, mengungkapkan bahwa rakyat kebanyakan pada umumnya di Indonesia, melihat stambol (Istanbul, ibukota Khalifah Usmaniyah) senantiasa sebagai kedudukan seorang raja semua orang Mukmin dan tetap (dipandang) sebagai raja dari segala raja di dunia. (Deliar Noer, 1991).</p>
<p><strong>Penjajah Belanda Menghapuskan Jejak Itu</strong></p>
<p>Pada masa penjajahan, Belanda berupaya menghapuskan penerapan syariah Islam oleh hampir seluruh kesultanan Islam di Indonesia. Salah satu langkah penting yang dilakukan Belanda adalah menyusupkan pemikiran dan politik sekular melalui Snouck Hurgronye. Dia menyatakan dengan tegas bahwa musuh kolonialisme bukanlah Islam sebagai agama. (H. Aqib Suminto, 1986).</p>
<p>Dari pandangan Snouck tersebut penjajah Belanda kemudian berupaya melemahkan dan menghancurkan Islam dengan 3 cara. Pertama: memberangus politik dan institusi politik/pemerintahan Islam. Dihapuslah kesultanan Islam. Contohnya adalah Banten. Sejak Belanda menguasai Batavia, Kesultanan Islam Banten langsung diserang dan dihancurkan. Seluruh penerapan Islam dicabut, lalu diganti dengan peraturan kolonial.</p>
<p>Kedua: melalui kerjasama raja/sultan dengan penjajah Belanda. Hal ini tampak di Kerajaan Islam Demak. Pelaksanaan syariah Islam bergantung pada sikap sultannya. Di Kerajaan Mataram, misalnya, penerapan Islam mulai menurun sejak Kerajaan Mataram dipimpin Amangkurat I yang bekerjasama dengan Belanda.</p>
<p>Ketiga: dengan menyebar para orientalis yang dipelihara oleh pemerintah penjajah. Pemerintah Belanda membuat Kantoor voor Inlandsche zaken yang lebih terkenal dengan kantor agama (penasihat pemerintah dalam masalah pribumi). Kantor ini bertugas membuat ordonansi (UU) yang mengebiri dan menghancurkan Islam. Salah satu pimpinannya adalah Snouck Hurgronye. Dikeluarkanlah: Ordonansi Peradilan Agama tahun 1882, yang dimaksudkan agar politik tidak mencampuri urusan agama (sekularisasi); Ordonansi Pendidikan, yang menempatkan Islam sebagai saingan yang harus dihadapi; Ordonansi Guru tahun 1905 yang mewajibkan setiap guru agama Islam memiliki izin; Ordonansi Sekolah Liar tahun 1880 dan 1923, yang merupakan percobaan untuk membunuh sekolah-sekolah Islam. Sekolah Islam didudukkan sebagai sekolah liar. (H. Aqib Suminto, 1986).</p>
<p>Demikianlah, syariah Islam mulai diganti oleh penjajah Belanda dengan hukum-hukum sekular. Hukum-hukum sekular ini terus berlangsung hingga sekarang. Walhasil, tidak salah jika dikatakan bahwa hukum-hukum yang berlaku di negeri ini saat ini merupakan warisan dari penjajah; sesuatu yang justru seharusnya dienyahkan oleh kaum Muslim, sebagaimana mereka dulu berhasil mengenyahkan sang penjajah: Belanda.</p>
<p><strong>Perjuangan Tak Pernah Padam</strong></p>
<p>Meski penjajah Belanda menuai sukses besar dalam menghapus syariah Islam di bumi Nusantara, umat Islam di negeri ini tidak pernah diam. Perjuangan untuk menegakkan kembali syariah Islam terus dilakukan. Pada tanggal 16 Oktober 1905 berdirilah Sarekat Islam, yang sebelumnya adalah Sarekat Dagang Islam. Inilah mestinya tonggak kebangkitan Indonesia, bukan Budi Utomo yang berdiri 1908 dengan digerakkan oleh para didikan Belanda. KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah tahun 1912 dengan melakukan gerakan sosial dan pendidikan. Adapun Taman Siswa, baru didirikan Ki Hajar Dewantara pada 1922. Sejatinya, KH Ahmad Dahlanlah sebagai bapak pendidikan. (H. Endang Saefuddin Anshari, 1983).</p>
<p>Pada saat Pemilu yang pertama tahun 1955, Masyumi adalah partai Islam pertama dan terbesar yang jelas-jelas memperjuangkan tegaknya syariah Islam di Indonesia. Lahirnya Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945 adalah salah satu puncak dari perjuangan umat Islam dalam menegakkan syariah Islam di Indonesia.</p>
<p>Lebih dari itu, sejarah perjuangan Islam di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari agenda Khilafah Islam. Setelah institusi Khilafah Islam Ustmaniyah dibubarkan pada 3 Maret 1924, ulama dan tokoh pergerakan Islam Indonesia meresponnya dengan pembentukan Komite Khilafah yang didirikan di Surabaya pada 4 Oktober 1924, dengan ketua Wondosudirdjo (Sarikat Islam) dan wakilnya KH A. Wahab Hasbullah (lihat: Bendera Islam, 16 Oktober 1924). Kongres ini memutuskan untuk mengirim delegasi ke Kongres Khilafah ke Kairo yang terdiri dari Surjopranoto (Sarikat Islam), Haji Fachruddin (Muhammadiyah), dan KH. A. Wahab dari kalangan tradisi. (Hindia Baroe, 9 Januari 1925). KH A. Wahab kemudian dikenal sebagai salah satu pendiri ormas Islam terbesar di Indonesia, Nahdhatul Ulama.</p>
<p>Semua bukti sejarah ini menunjukkan kepalsuan tuduhan berbagai pihak-yang menolak syariah Islam dan Khilafah-bahwa Indonesia tidak pernah mengenal formalisasi syariah Islam oleh negara, apalagi Khilafah.</p>
<p>Sumber: Grup Sejuta Dukungan Tegaknya Khilafah</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nonimtensys.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nonimtensys.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nonimtensys.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nonimtensys.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nonimtensys.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nonimtensys.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nonimtensys.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nonimtensys.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nonimtensys.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nonimtensys.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nonimtensys.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nonimtensys.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nonimtensys.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nonimtensys.wordpress.com/244/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonimtensys.wordpress.com&amp;blog=4924863&amp;post=244&amp;subd=nonimtensys&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nonimtensys.wordpress.com/2009/12/05/jejak-khilafah-dan-syariah-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c2730844dd0e46a6b6703f812735dd5b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nonimtensys</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sebuah eMail tentang Rumah Tuhan</title>
		<link>http://nonimtensys.wordpress.com/2009/10/24/rumahtuhan/</link>
		<comments>http://nonimtensys.wordpress.com/2009/10/24/rumahtuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 15:07:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nonimtensys</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah-kisah]]></category>
		<category><![CDATA[email]]></category>
		<category><![CDATA[masjid]]></category>
		<category><![CDATA[musholla]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nonimtensys.wordpress.com/?p=239</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Sabrul Jamil Sebuah e-mail tiba di PC saya. Isinya tentang pengalaman seorang pekerja asing. Ceritanya, pekerja asing itu tiba untuk pertama kalinya di salah satu perkantoran megah di kawasan Jakarta. Usai memarkirkan mobilnya di basement, ia melihat sekelompok orang, laki dan perempuan, tengah melakukan suatu kegiatan yang aneh di matanya, di salah satu ruangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonimtensys.wordpress.com&amp;blog=4924863&amp;post=239&amp;subd=nonimtensys&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Sabrul Jamil</p>
<p>Sebuah e-mail tiba di PC saya. Isinya tentang pengalaman seorang  pekerja asing. Ceritanya, pekerja asing itu tiba untuk pertama kalinya di salah  satu perkantoran megah di kawasan Jakarta. Usai memarkirkan mobilnya di  basement, ia melihat sekelompok orang, laki dan perempuan, tengah melakukan  suatu kegiatan yang aneh di matanya, di salah satu ruangan di basement tersebut.  Ruang tersebut kecil dan pengap, dengan tembok rendah  mengelilinginya.</p>
<p>Sesampainya di atas, orang asing ini bertanya tentang  apa yang dilihatnya barusan. Orang Indonesia yang kebetulan muslim menjelaskan  bahwa orang-orang di basement tersebut sedang sholat, menyembah Allah, Tuhan  umat Islam. Sholat adalah kewajiban yang dilaksanakan sehari lima kali. Dengan  takjub orang asing itu menjawab, betapa rendahnya apresiasi umat Islam terhadap  Tuhan mereka.</p>
<p><span id="more-239"></span></p>
<p>Jika terhadap ia yang cuma manusia bisa disediakan tempat  kerja yang lapang dan nyaman, mengapa untuk Tuhan mereka hanya tersisa sebuah  ruangan pengap di basement?</p>
<div><strong>Pembaca, tidakkah keheranan orang asing itu menjadi keheranan  kita juga?</strong></div>
<p>Suatu sore, di salah satu gedung tinggi di kawasan  matraman. Setelah menyelesaikan suatu urusan, saya bertanya ke salah satu  karyawan di gedung megah tersebut letak musholla. Sudah lewat pukul empat sore.  Karyawan tadi, penuh semangat, menunjukkan letak musholla. Dengan berterima  kasih, saya bergegas mengikuti arah yang ditunjukkan. Saya melewati areal parkir  yang pengap, suatu kantor yang saya perkirakan markas satpam (banyak satpam yang  duduk-duduk di depan kantor tersebut, dengan uniform berantakan), dan sampailah  saya ke gedung mungil, dengan tulisan kusam tertempel di salah satu temboknya:  <strong>MUSHOLLA</strong>.</p>
<p>Musholla ini terletak persis di belakang gedung tinggi  yang baru saja saya tinggalkan. Ukurannya tak lebih besar dari ruang tamu rumah  saya. Temboknya setengah terbuka, dan dimanfaatkan untuk meletakkan  sajadah-sajadah, dan&#8230; Helm!</p>
<p>Di  ruang yang sempit itu ada seseorang yang tertidur pulas. Tempat wudhu terletak  tak jauh dari situ. Ada dua kran. Akhirnya, di naungi suasana pengap dan  beraroma kurang sedap, saya menunaikan kewajiban saya kepada Rabb Penguasa  Jagat. Ada rasa malu yang tak terkatakan, hanya sebegini apresiasi saya kepada  Mu, ya Allah.</p>
<p>Saya pulang, meliuk-liuk melewati kemacetan pinggiran kota,  dengan setumpuk pikiran di kepala. Sudah berapa kali saya dapatkan, sebuah  gedung perkantoran megah, dengan tempat sholat yang mirip dengan  gudang?</p>
<p>Karena tuntutan pekerjaan, saya sering keluar masuk kampus dan  perkantoran. Dan situasi seperti ini sudah seperti typical: gedung megah,  tinggi, dengan lobby dan ruang kerja yang nyaman, namun tak menyisakan satu  ruangan pun untuk sholat, suatu ibadah yang nabi katakan sebagai tiang agama.  Sebagai gantinya, pihak perkantoran menyediakan tempat sholat di basement, di  sela-sela parkir kendaraan. Atau sebaliknya, tempat sholat sering diletakkan di  bagian tertinggi gedung, seperti di kantor saya. Ini masih lumayan, karena  tempatnya terbuka, sehingga angin dan debu jalan leluasa menerobos. Setidaknya,  sholat tidak dilakukan dalam keadaan pengap.</p>
<p>Tentu ada juga gedung-gedung  perkantoran yang menyiapkan tempat sholat yang memadai, meski tidak harus mewah.  Gedungnya terawat. Sajadah dan mukena secara teratur dibersihkan. Majalah  dindingnya secara berkala diupdate.</p>
<p>Pembaca yang baik, sholat adalah sejenis ibadah yang menuntut  konsentrasi tinggi. Konsentrasi ini adalah awal kekhusyuan. Dengan khusyu’-lah  kualitas sholat diperoleh.</p>
<p>Nah, konsentrasi tentunya memerlukan daya  dukung lingkungan. Lingkungan yang bising, pengap, beraroma kurang sedap, secara  sunnatullah, akan mengurangi konsentrasi. Rasulullah pernah menolak sajadah yang  bergambar, karena khawatir akan mengganggu konsentrasi beliau. Beliau juga  memerintahkan imam untuk menyegerakan sholat apabila terdengar suara anak  menangis, karena khawatir si ibu akan merasa resah dalam sholatnya.</p>
<p>Selain  itu, beliau juga secara optimal membersihkan diri. Salah satu sunnah beliau  sebelum sholat adalah bersiwak (menggosok gigi), dan memakai  harum-haruman.</p>
<p>Dari situ kita simpulkan, salah satu syarat khusyu’  diperoleh dari situasi dan kondisi ketika sholat. Dilakukan. Terlalu arogan  kalau kita menganggap situasi dan kondisi tidak mempengaruhi kekhusyuan sholat  kita.</p>
<p>Bagaimana sholat yang dilakukan di tempat-tempat seperti yang saya  gambarkan di awal tulisan ini? Saya khawatir pelaksanaan sholat tersebut hanya  sekedar untuk menggugurkan kewajiban.</p>
<p>Sesungguhnya, yang bertanggung  jawab memakmurkan masjid adalah seluruh orang beriman yang berada di wilayah  masjid tersebut. Bagaimana cara mewujudkan tanggung jawab  tersebut?</p>
<p>Mungkin, yang pertama kali harus dibangun adalah kesadaran.  Kesadaran diperoleh setelah adanya informasi, bahwa Masjid bukanlah sekedar  bangunan pelengkap.</p>
<p><strong>Siapa yang harus memulai?</strong></p>
<p>Setidaknya,  Anda, setelah membaca tulisan ini, mulai menyusun gagasan praktis, apa yang  harus dilakukan untuk memperbaiki situasi di tempat Anda (kecuali kalau Masjid  di tempat Anda sudah representatif untuk beribadah). Jadikan ini sebagai peluang  amal. Siapa tahu dapat menjadi jalan lain bagi kita untuk bertemu dengan  senyumNya. (eramuslim)</p>
<p>Sabruljamil.Multiply.Com</p>
<div>swaramuslim.net</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nonimtensys.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nonimtensys.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nonimtensys.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nonimtensys.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nonimtensys.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nonimtensys.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nonimtensys.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nonimtensys.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nonimtensys.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nonimtensys.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nonimtensys.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nonimtensys.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nonimtensys.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nonimtensys.wordpress.com/239/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonimtensys.wordpress.com&amp;blog=4924863&amp;post=239&amp;subd=nonimtensys&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nonimtensys.wordpress.com/2009/10/24/rumahtuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c2730844dd0e46a6b6703f812735dd5b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nonimtensys</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Salah Paham Tentang Salafi</title>
		<link>http://nonimtensys.wordpress.com/2009/09/24/salah-paham-tentang-salafi/</link>
		<comments>http://nonimtensys.wordpress.com/2009/09/24/salah-paham-tentang-salafi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2009 16:04:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nonimtensys</dc:creator>
				<category><![CDATA[al-Islam]]></category>
		<category><![CDATA[salafi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nonimtensys.wordpress.com/?p=236</guid>
		<description><![CDATA[At Tauhid edisi V/18 Oleh: Yulian Purnama Pepatah lama mengatakan, “Tak kenal maka tak sayang”. Demikianlah, kadang seorang membenci sesuatu, padahal ia tidak mengenal apa yang ia benci itu. Bisa jadi bila ia mengenalnya, bukan benci namun cinta yang diberikan. Demikianlah yang terjadi pada dakwah Salafiyah atau disebut juga Salafi. Banyak orang bergunjing tentang Salafi, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonimtensys.wordpress.com&amp;blog=4924863&amp;post=236&amp;subd=nonimtensys&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>At Tauhid edisi V/18</strong></p>
<p><strong>Oleh: Yulian Purnama</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pepatah lama mengatakan, “Tak kenal maka tak sayang”. Demikianlah, kadang seorang membenci sesuatu, padahal ia tidak mengenal apa yang ia benci itu. Bisa jadi bila ia mengenalnya, bukan benci namun cinta yang diberikan. Demikianlah yang terjadi pada dakwah Salafiyah atau disebut juga Salafi. Banyak orang bergunjing tentang Salafi, padahal ia tidak mengenal bagaimana sebenarnya Salafi atau dakwah salaf itu. Hasilnya, timbullah tuduhan dan anggapan-anggapan buruk yang keji. Bahkan sampai ada yang menuduh bahwa Salafi adalah aliran sesat! Sungguh Allah-lah tempat memohon pertolongan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kenalilah Istilah Salafi</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="text-decoration:underline;">Salaf</span> secara bahasa arab artinya ‘setiap amalan shalih yang telah lalu; segala sesuatu yang terdahulu; setiap orang yang telah mendahuluimu, yaitu nenek moyang atau kerabat’ (Lihat <em>Qomus Al Muhith</em>, Fairuz Abadi). Secara istilah, yang dimaksud salaf adalah 3 generasi awal umat Islam yang merupakan generasi terbaik, seperti yang disebutkan oleh Rasulullah <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em>, <em>“Sebaik-baik umat adalah generasiku, kemudian sesudahnya, kemudian sesudahnya”</em> (HR. Bukhari-Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-236"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Tiga generasi yang dimaksud adalah generasi Rasulullah <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em> dan para sahabat, generasi tabi’in dan generasi tabi’ut tabi’in. Sering disebut juga generasi <span style="text-decoration:underline;">Salafus Shalih</span>. Tidak ada yang meragukan bahwa merekalah orang-orang yang paling memahami Islam yang diajarkan oleh Rasulullah <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em>. Maka bila kita ingin memahami Islam dengan benar, tentunya kita merujuk pada pemahaman orang-orang yang ada pada 3 generasi tersebut. Seorang sahabat yang mulia, Ibnu Mas’ud <em>radhiallahu’anhu</em> berkata, “Seseorang yang mencari teladan, hendaknya ia meneladani para sahabat Rasulullah <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em> karena mereka adalah orang-orang yang paling mulia hatinya, paling mendalam ilmunya, paling sedikit takalluf-nya, paling benar bimbingannya, paling baik keadaannya, mereka adalah orang-orang yang dipilih oleh Allah untuk menjadi sahabat Nabi-Nya, dan untuk menegakkan agamanya. Kenalilah keutamaan mereka. Ikutilah jalan hidup mereka karena sungguh mereka berada pada jalan yang lurus.” (<em>Limaadza Ikhtartu Al Manhaj As Salafi Faqot</em>, Salim bin ‘Ied Al Hilaly)</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian dalam kaidah bahasa arab, ada yang dinamakan dengan <em>isim nisbah</em>, yaitu isim (kata benda) yang ditambahkan huruf ‘ya’ yang di-tasydid dan di-kasroh, untuk menunjukkan penisbatan (penyandaran) terhadap suku, negara asal, suatu ajaran agama, hasil produksi atau sebuah sifat (Lihat <em>Mulakhos Qowaid Al Lughoh Ar Rabiyyah</em>, Fuad Ni’mah). Misalnya yang sering kita dengar seperti ulama hadits terkemuka Al-Bukhari, yang merupakan nisbah kepada kota Bukhara (nama kota di Uzbekistan) karena Al-Bukhari memang berasal dari sana. Ada juga yang menggunakan istilah Al-Hanafi, berarti menisbahkan diri pada madzhab Hanafi. Maka dari sini dapat dipahami bahwa Salafi maksudnya adalah orang-orang yang menisbahkan (menyandarkan) diri kepada generasi Salafus Shalih. Atau dengan kata lain “Salafi adalah mengikuti pemahaman dan cara beragama para sahabat Rasulullah<em> shallallahu ’alaihi wa sallam</em> dan orang-orang yang mengikuti jalan mereka”. (<em>Kun Salafiyyan ‘Alal Jaddah</em>, hal. 10)</p>
<p style="text-align:justify;">Sehingga dengan penjelasan ini jelaslah bahwa orang yang beragama dengan mengambil sumber ajaran Islam dari 3 generasi awal umat Islam tadi, DENGAN SENDIRINYA ia seorang Salafi. Tanpa harus mendaftar, tanpa berbai’at, tanpa iuran anggota, tanpa kartu anggota, tanpa harus ikut pengajian tertentu, dan tanpa harus memakai busana khas tertentu. Maka Anda yang sedang membaca artikel ini pun seorang Salafi bila anda selama ini mencontoh Rasulullah <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em> dan para sahabatnya dalam beragama.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika pembaca sekalian memahami penjelasan di atas, maka seharusnya telah jelas bahwa dakwah salafiyyah adalah Islam itu sendiri. Dakwah Salafiyyah adalah Islam yang hakiki. Mengapa? Karena dari manakah kita mengambil sumber pemahaman Al Qur’an dan hadits selain dari para sahabat Rasulullah <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em>? Apakah ada sumber lain yang lebih terpercaya? Apakah Islam dipahami dengan selera dan pemahaman masing-masing orang? Bahkan jika seseorang dalam memahami Al Qur’an dan hadits mengambil sumber dari yang lain, maka dapat dipastikan ia telah mengambil jalan yang salah. Syaikh Salim Bin ‘Ied Al Hilaly setelah menjelaskan surat An Nisa ayat 115 berkata, “Dengan ayat ini jelaslah bahwa mengikuti jalan kaum mu’minin adalah jalan keselamatan. Dan ayat ini dalil bahwa pemahaman para sahabat mengenai agama Islam adalah hujjah terhadap pemahaman yang lain. Orang yang mengambil pemahaman selain pemahaman para sahabat, berarti ia telah mengalami penyimpangan, menapaki jalan yang sempit lagi menyengsarakan, dan cukup baginya neraka Jahannam yang merupakan seburuk-buruk tempat tinggal.” (<em>Limaadza Ikhtartu Al Manhaj As Salafi Faqot</em>, Salim bin ‘Ied Al Hilaly)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Salah Kaprah Tentang Salafi</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Di tengah masyarakat, banyak sekali beredar syubhat (kerancuan) dan kalimat-kalimat miring tentang Salafi. Dan ini tidak lepas dari dua kemungkinan. Sebagaimana dijelaskan Syaikh ‘Ubaid bin Sulaiman Al Jabiri ketika ditanya tentang sebuah syubhat, “Kerancuan tentang Salafi yang berkembang di masyarakat ini tidak lepas dari 2 kemungkinan: Disebabkan ketidak-pahaman atau disebabkan adanya i’tikad yang buruk. Jika karena tidak paham, maka perkaranya mudah. Karena seseorang yang tidak paham namun i’tikad baik, jika dijelaskan padanya kebenaran ia akan menerima, jika telah jelas baginya kebenaran dengan dalilnya, ia akan menerima. Adapun kemungkinan yang kedua, pada hakikatnya ini disebabkan oleh fanatik golongan dan taklid buta, -dan ini yang lebih banyak terjadi- dari orang-orang ahlul ahwa (pengikut hawa nafsu) dan pelaku bid’ah yang mereka memandang bahwa manhaj salaf akan membuka tabir penyimpangan mereka.” (<em>Ushul Wa Qowa’id Fii Manhajis Salafi</em>, Syaikh ‘Ubaid bin Sulaiman Al Jabiri )</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam kesempatan kali ini akan kita bahas beberapa kerancuan tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1. Salafi Bukanlah Sekte, Aliran, Partai atau Organisasi Massa</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sebagian orang mengira Salafi adalah sebuah sekte, aliran sebagaimana Jama’ah Tabligh, Ahmadiyah, Naqsabandiyah, LDII, dll. Atau sebuah organisasi massa sebagaimana NU, Muhammadiyah, PERSIS, Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir, dll. Ini adalah salah kaprah. Salafi bukanlah sekte, aliran, partai atau organisasi massa, namun salafi adalah manhaj (metode beragama), sehingga semua orang di seluruh pelosok dunia di manapun dan kapanpun adalah seorang salafi jika ia beragama Islam dengan manhaj salaf tanpa dibatasi keanggotaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagian orang juga mengira dakwah Salafiyyah adalah gerakan yang dicetuskan dan didirikan oleh Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahab. Ini pun kesalahan besar! Dijelaskan oleh Syaikh ‘Ubaid yang ringkasnya, “Dakwah salafiyyah tidak didirikan oleh seorang manusia pun. Bukan oleh Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahab bersama saudaranya Imam Muhammad Bin Su’ud, tidak juga oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan murid-muridnya, bukan pula oleh Imam Mazhab yang empat, bukan pula oleh salah seorang Tabi’in, bukan pula oleh sahabat, bukan pula oleh Nabi <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em>, dan bukan didirikan oleh seorang Nabi pun. Melainkan dakwah Salafiyah ini didirikan oleh Allah <em>Ta’ala</em>. Karena para Nabi dan orang sesudah mereka menyampaikan syariat yang berasal dari Allah <em>Ta’ala</em>. Oleh karena itu, tidak ada yang dapat dijadikan rujukan melainkan nash dan ijma” (<em>Ushul Wa Qowaid Fii Manhajis Salaf</em>)</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, dalam dakwah salafiyyah tidak ada ketua umum Salafi, Salafi Cabang Jogja, Salafi Daerah, Tata tertib Salafi, AD ART Salafi, Alur Kaderisasi Salafi, dan tidak ada muassis (tokoh pendiri) Salafi. Tidak ada pendiri Salafi melainkan Allah dan Rasul-Nya, tidak ada AD-ART Salafi melainkan Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman para sahabat.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2. Salafi Gemar Mengkafirkan dan Membid’ahkan?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Musuh utama seorang muslim adalah kekufuran dan kesyirikan, karena tujuan Allah menciptakan makhluk-Nya agar makhluk-Nya hanya menyembah Allah semata. Allah <em>Ta’ala</em> berfirman, <em>“Sungguh kesyirikan adalah kezaliman yang paling besar” </em>[QS. Luqman: 13]. Setelah itu, musuh kedua terbesar seorang muslim adalah perkara baru dalam agama, disebut juga bid’ah. Karena jika orang dibiarkan membuat perkara baru dalam beragama, akan hancurlah Islam karena adanya peraturan, ketentuan, ritual baru yang dibuat oleh orang-orang belakangan. Padahal Islam telah sempurna tidak butuh penambahan dan pengurangan. Rasulullah<em> shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Setiap bid’ah adalah kesesatan”</em> (HR. Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;">Maka tentu tidak bisa disalahkan ketika ada da’i yang secara intens mendakwahkan tentang bahaya syirik dan bid’ah, mengenalkan bentuk-bentuk kesyirikan dan kebid’ahan agar umat terhindar darinya. Bahkan inilah bentuk sayang dan perhatian terhadap umat.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian, para ulama melarang umat Islam untuk sembarang memvonis bid’ah, sesat apalagi kafir kepada individu tertentu. Karena vonis yang demikian bukanlah perkara remeh. Diperlukan timbangan Al Qur’an dan As Sunnah serta memperhatikan kaidah-kaidah yang telah ditetapkan oleh para ulama dalam hal ini. Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani berkata, “Dalil-dalil terkadang menunjukkan bahwa perbuatan tertentu adalah perbuatan kufur, atau perkataan tertentu adalah perkataan kufur. Namun di sana terdapat faktor yang membuat kita tidak memberikan vonis kafir kepada individu tertentu (yang melakukannya). Faktornya banyak, misalnya karena ia tidak tahu, atau karena ia dikalahkan oleh orang kafir dalam perang.” (<em>Fitnah At Takfir</em>, Muhammad Nashiruddin Al Albani)</p>
<p style="text-align:justify;">Dari sini jelaslah bahwa menjelaskan perbuatan tertentu adalah perbuatan kufur bukan berarti memvonis semua pelakunya itu per individu pasti kafir. Begitu juga menjelaskan kepada masyarakat bahwa perbuatan tertentu adalah perbuatan bid’ah bukan berarti memvonis pelakunya pasti ahlul bid’ah. Syaikh Abdul Latif Alu Syaikh menjelaskan: “Ancaman (dalam dalil-dalil) yang diberikan terhadap perbuatan dosa besar terkadang tidak bisa menyebabkan pelakunya per individu terkena ancaman tersebut” (<em>Ushul Wa Dhawabith Fi At Takfir</em>, Syaikh Abdul Latif bin Abdurrahman Alu Syaikh)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3. Salafi Memecah-Belah Ummat?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Untuk menjelaskan permasalahan ini, perlu pembaca ketahui tentang 3 hal pokok. <span style="text-decoration:underline;">Pertama</span>, perpecahan umat adalah sesuatu yang tercela. Sebagaimana firman Allah <em>Ta’ala</em> yang artinya, <em>“Berpegang teguhlah pada tali Allah dan jangan berpecah-belah”</em> (QS. Al-Imran: 103). <span style="text-decoration:underline;">Kedua</span>, perpecahan umat adalah suatu hal yang memang dipastikan terjadi dan bahkan sudah terjadi. Sebagaimana dikabarkan oleh Rasulullah <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em>, <em>“Umatku akan berpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan, semuanya akan masuk neraka kecuali satu. Maka kami-pun bertanya, siapakah yang satu itu ya Rasulullah? Beliau menjawab: yaitu orang-orang yang berada pada jalanku dan jalannya para sahabatku di hari ini”</em> [HR. Tirmidzi]. <span style="text-decoration:underline;">Ketiga</span>, persatuan Islam bukanlah semata-mata persatuan badan, kumpul bersama, dengan keadaan aqidah yang berbeda-beda. Mentoleransi segala bentuk penyimpangan, yang penting masih mengaku Islam. Bukan itu persatuan Islam yang diharapkan. Perhatikan baik-baik hadits tadi, saat umat Islam berpecah belah seolah-olah Rasulullah memerintahkan untuk bersatu pada satu jalan, yaitu jalan yang ditempuh oleh para sahabat, inilah manhaj salaf.</p>
<p style="text-align:justify;">Sehingga ketika ada seorang yang menjelaskan kesalahan-kesalahan dalam beragama yang dianut sebagian kelompok, aliran, partai atau ormas Islam, bukanlah upaya untuk memecah belah ummat. Melainkan sebuah upaya untuk mengajak ummat BERSATU di satu jalan yang disebutkan oleh Rasulullah <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em> tersebut. Bahkan adanya bermacam aliran, sekte, partai dan ormas Islam itulah yang menyebabkan perpecahan ummat. Karena mereka tentu akan loyal kepada tokoh-tokoh mereka masing-masing, loyal kepada peraturan mereka masing-masing, loyal kepada tradisi mereka masing-masing, bukan loyal kepada Islam!!</p>
<p style="text-align:justify;">Selain itu, jika ada saudara kita yang terjerumus dalam kesalahan, siapa lagi yang hendak mengoreksi kalau bukan kita sesama muslim? Tidak akan kita temukan orang kuffar yang melakukannya. Dan bukankah Rasulullah <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em> bersabda: <em>“Agama adalah nasehat”</em> (HR. Muslim). Dan jika koreksi itu benar, bukankah wajib menerimanya dan menghempas jauh kesombongan? Rasulullah <em>shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda</em>, <em>“Kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia”</em> (HR. Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>4. Salafi Aliran Sesat?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Orang yang menuduh dakwah salafiyyah sebagai aliran sesat, seperti dijelaskan oleh Syaikh Ubaid, bisa jadi ia memang orang awam yang belum mengenal apa itu salafi, atau bisa jadi ia orang benci kepada dakwah salafiyyah karena dakwah ini telah membuka tabir yang selama ini menutupi penyimpangan-penyimpangan yang dimilikinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Anggapan ini sama sekali tidak benar karena dua hal. <span style="text-decoration:underline;">Pertama</span>, dakwah salafiyyah bukan aliran atau sekte tertentu dalam Islam, sebagaimana telah dijelaskan. <span style="text-decoration:underline;">Kedua</span>, sebagaimana telah diketahui bahwa sesuatu dikatakan tersesat jika ia telah tersasar dari jalan yang benar, dan menempuh jalan yang salah. Maka bagi yang menuduh hendaknya mendatangkan bukti bahwa dakwah salafiyyah menyimpang dari ajaran Al Qur’an dan As Sunnah yang benar. Niscaya mereka tidak akan bisa mendatangkan buktinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagaimana yang dijelaskan Majelis Ulama Indonesia Jakarta Utara dalam menanggapi kalimat-kalimat miring yang menuduh bahwa salafi adalah aliran sesat, dalam surat edaran MUI Jakarta Utara tanggal 8 April 2009 berjudul “Pandangan MUI Kota Administrasi Jakarta Utara tentang Salaf/Salafi”. Dalam surat edaran tersebut ditetapkan:</p>
<p style="text-align:justify;">a) Pertama, penjelasan tentang Salaf/Salafi:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li> Salaf/Salafi tidak termasuk ke dalam 10 kriteria sesat yang telah ditetapkan oleh MUI. Sehingga Salaf/Salafi bukanlah merupakan sekte atau aliran sesat sebagaimana yang berkembang belakangan ini,</li>
<li> Salaf/Salafi adalah nama yang diambil dari kata salaf yang secara bahasa berarti orang-orang terdahulu, dalam istilah adalah orang-orang terdahulu yang mendahului kaum muslimin dalam Iman, Islam dst. mereka adalah para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka,</li>
<li> Penamaan salafi ini bukanlah penamaan yang baru saja muncul, namun sejak dahulu ada,</li>
<li> Dakwah salaf adalah ajakan untuk memurnikan agama Islam dengan kembali kepada Al Qur’an dan As Sunnah dengan menggunakan pemahaman para sahabat Radhiallahu’anhum.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">b) Kedua, nasehat dan tausiah kepada masyarakat:</p>
<ol style="text-align:justify;">
<li> Hendaknya masyarakat tidak mudah melontarkan kata sesat kepada suatu dakwah tanpa di klarifikasi terlebih dahulu,</li>
<li> Hendaknya masyarakat tidak terprovokasi dengan pernyataan-pernyataan yang tidak bertanggung jawab,</li>
<li> Kepada para da’i, ustadz, tokoh agama serta tokoh masyarakat hendaknya dapat menenangkan serta memberikan penjelasan yang objektif tentang masalah ini kepada masyarakat,</li>
<li> Hendaknya masyarakat tidak bertindak anarkis dan main hakim sendiri, sebagaimana terjadi di beberapa daerah.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">(Surat edaran MUI, “Pandangan MUI Kota Administrasi Jakarta Utara tentang Salaf/Salafi”, 8 April 2009, file ada pada redaksi)</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Nasihat Untuk Ummat</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Terakhir, agama adalah nasehat. Maka penulis menasehati diri sendiri dan kaum muslimin sekalian untuk menjadi Salafi. Bagaimana caranya? Menjadi seorang Salafi adalah dengan menjalankan Islam sesuai dengan apa yang telah dituntunkan Rasulullah <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em> dan dipahami oleh generasi Salafus Shalih. Dan wajib hukumnya bagi setiap muslim untuk ber-Islam dengan manhaj salaf. Ibnul Qayyim Al Jauziyyah berkata: “Para sahabat Nabi <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em> semua diampuni oleh Allah. Wajib mengikuti metode beragama para sahabat, perkataan mereka dan aqidah mereka sebenar-benarnya” (<em>I’lamul muwaqqi’in</em>, (120/4), dinukil dari <em>Kun Salafiyyan ‘Alal Jaddah</em>, Abdussalam Bin Salim As Suhaimi)</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga Allah<em> Ta’ala</em> senantiasa menunjukkan kita kepada jalan yang lurus, yaitu jalan yang ditempuh oleh orang-orang yang diberikan ni’mat, bukan jalannya orang-orang yang dimurkai dan orang-orang tersesat. [Yulian Purnama]</p>
<p style="text-align:justify;">http://buletin.muslim.or.id/manhaj/salah-paham-tentang-salafi</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nonimtensys.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nonimtensys.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nonimtensys.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nonimtensys.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nonimtensys.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nonimtensys.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nonimtensys.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nonimtensys.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nonimtensys.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nonimtensys.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nonimtensys.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nonimtensys.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nonimtensys.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nonimtensys.wordpress.com/236/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonimtensys.wordpress.com&amp;blog=4924863&amp;post=236&amp;subd=nonimtensys&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nonimtensys.wordpress.com/2009/09/24/salah-paham-tentang-salafi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c2730844dd0e46a6b6703f812735dd5b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nonimtensys</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teori Konspirasi dan Intelijen</title>
		<link>http://nonimtensys.wordpress.com/2009/08/27/teori-konspirasi-dan-intelijen/</link>
		<comments>http://nonimtensys.wordpress.com/2009/08/27/teori-konspirasi-dan-intelijen/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 17:18:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nonimtensys</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[intelijen]]></category>
		<category><![CDATA[konspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nonimtensys.wordpress.com/?p=234</guid>
		<description><![CDATA[Saya yakin, tidak ada orang di dunia ini yang sungguh-sungguh faqih tentang kedua hal itu, karena ada kalimat jika “Konspirasi yang baik adalah yang tidak ketahuan”. Konspirasi adalah sesuatu yang bisa kita rasakan, namun untuk membuktikannya teramat sulit. Nah, jika ada konspirasi yang “ketahuan” atau bisa ditelusuri, maka itu pastilah konspirasi yang tidak baik dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonimtensys.wordpress.com&amp;blog=4924863&amp;post=234&amp;subd=nonimtensys&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya yakin, tidak ada orang di dunia ini yang sungguh-sungguh faqih tentang kedua hal itu, karena ada kalimat jika “Konspirasi yang baik adalah yang tidak ketahuan”. Konspirasi adalah sesuatu yang bisa kita rasakan, namun untuk membuktikannya teramat sulit. Nah, jika ada konspirasi yang “ketahuan” atau bisa ditelusuri, maka itu pastilah konspirasi yang tidak baik dan tidak sempurna.</p>
<p>Salah satu kasus konspirasi yang sangat buruk yang masih diingat kuat oleh jutaan orang di dunia adalah kasus rubuhnya menara kembar WTC di New York, 11 September 2001. Apa yang dikatakan Bush Cabal ke seluruh dunia, sebagai legitimasi invasi AS ke Afghanistan dan Irak dan juga merekonstruksi ulang pengaruhnya di seluruh dunia, termasuk Indonesia, bahwa Usamah bin Laden dengan Al-Qaidahnya yang mendalangi serangan pesawat itu sungguh-sungguh menggelikan karena terdapat ribuan bukti ilmiah—sekali lagi, ribuan bukti ilmiah—yang membantah hal tersebut. Seluruh bukti-bukti ilmiah menunjukkan jika tragedi WTC atau 9-11 tersebut adalah pekerjaan orang dalam (Inside Job).<br />
<span id="more-234"></span><br />
Namun ada pula konspirasi yang awalnya ditutup-tutupi dengan rapat namun setelah berjalan sekian puluh tahun dibuka selubungnya oleh si pelaku konspirasi tersebut, sehingga peristiwa yang sebenarnya bisa diketahui umum. Dinas inteligen Amerika Serikat, CIA, merupakan salah satu lembaga negara yang memiliki prosedur standar seperti itu.</p>
<p>Salah satu peristiwa konspiratif yang akhirnya dibuka sendiri faktanya oleh CIA adalah peristiwa di negeri ini sejak tahun 1950-an sampai mencapai klimaksnya di tahun 1965-1966. Dalam berbagai dokumen yang telah dibukukan dan dijual bebas, walau sempat ditarik kembali peredarannya, CIA mengaku telah beberapa kali mencoba membunuh Presiden Soekarno, disebabkan orang ini tidak mau tunduk dan tidak mau melayani kepentingan AS. Namun usaha ini selalu gagal.</p>
<p>Akhirnya tahun 1956, CIA merekrut sejumlah elit Indonesia untuk dididik di AS yang kemudian dikenal sebagai Mafia Berkeley secara diam-diam, juga merekrut sekelompok perwira Angkatan Darat untuk dijadikan Our Local Army-Friend. Lewat silent-operation, Soekarno akhirnya berhasil dikudeta di tahun 1965 dan naiklah Jenderal Harto sebagai penggantinya. Berbeda sekali dengan Soekarno, Harto ini membuka pintu lebar-lebar, bahkan sampai merubuhkan semua penghalang, agar Imperialisme AS bisa masuk dan memperkosa seluruh kekayaan alam negeri ini. Indonesia kembali dijajah secara de-jure dan de-facto sejak Nopember 1967 sampai detik ini. Sebab itu, saya tegaskan jika kemerdekaan kita sekarang ini sebatas mengibarkan bendera dan lomba makan kerupuk saja, selebihnya semua bidang masih dijajah asing.</p>
<p>Dunia intelijen dengan teori konspirasi bagai dua sisi berbeda dalam sekeping mata uang yang sama. Berbagai operasi yang dikerjakan atau digarap kalangan intelijen—apakah itu intel asing atau intel lokal—bukanlah konsumsi publik. Hanya user atau segelintir orang yang tahu operasi tersebut. Senjata utama intelijen untuk merahasiakan operasinya adalah apa yang dinamakan The Mind Control. Kontrol terhadap opini publik. Sebab itu, intelijen selalu punya kekuasaan atas kantor berita atau media massa besar, baik cetak maupun elektronik. Penyesatan dan dusta merupakan hal yang sangat lumrah bagi kalangan intelijen untuk keberhasilan misi mereka.</p>
<p>Salah satu yang mencurigakan saya, dan juga banyak orang Indonesia, adalah operasi penumpasan teroris Malaysia, “Pak Ci” Noordin Moh Top dan jaringannya. Saya yakin Noordin dan kelompoknya yang suka ngebom di Indonesia itu memang teroris, bukan mujahid (kalau ngebom tentara Zionis di Palestina, Irak, atau Afghanistan, itu baru mujahid). Namun operasi penyergapan yang dipertunjukkan pasukan elit kepolisian Densus-88 di Temanggung sebulan lalu sungguh-sungguh menggelikan. Saya yakin ada skenario tertentu di balik itu.</p>
<p>Saya dan banyak orang tahu, Densus 88 merupakan kesatuan elit Polri yang dibina mantan CIA, NSA, dan Secret Service, dilengkapi dengan berbagai persenjataan canggih, dan anggotanya diambil dari orang-orang terbaik Polri, dari fisik, kecerdasan intelektuil, juga dalam segi kejiwaan. Tiap personel Densus 88 telah melewat pelatihan yang berat dan lama, menghabiskan 30.000 butir peluru dan lulus berbagai tes dalam berbagai bidang.</p>
<p>Namun operasi penyergapan di Temanggung sebulan lalu yang sampai mengerahkan 400-600an anggota Densus 88, memuntahkan puluhan ribu butir peluru, meledakkan delapan bom kejut, dan mengepung sebuah rumah kecil dan sederhana selama 18 jam, yang disiarkan secara live berbagai stasiun teve, sungguh-sungguh tidak memperlihatkan kualitas sebenarnya dari unit elit Densus 88. Padahal sasaran bersembunyi di Soft-target yang tidak banyak resiko seperti halnya jika dia bersembunyi di tengah pemukiman padat. Sandera pun tidak ada.</p>
<p>Seorang teman saya, pensiunan salah satu kesatuan elit TNI, mengatakan, “Satpol PP saja jika dilatih mengunakan senjata api bisa melakukan hal yang sama seperti yang terjadi di Temanggung, keroyokan seperti itu jelas bukan operasi kesatuan elit.”</p>
<p>Dalam pikiran saya, seharusnya Densus 88 bisa menangkap hidup-hidup orang yang disangka Nordin Moh Top. Jika alasan yang dikemukakan bahwa Noordin sudah melengkapi dirinya dengan rompi bom bunuh diri, maka itu sebenarnya bukan halangan. Bukan sesuatu yang sulit untuk memasukkan sepuluh saja tabung gas airmata ke dalam rumah sekecil itu, lewat jendela, genteng yang jebol, atau lubang angin. Jika itu dilakukan, saya jamin, pasti orang yang ada di dalam rumah akan tidak betah lama-lama di dalam rumah. Polisi bisa meringkusnya dalam keadaan hidup-hidup dan bisa mengorek banyak keterangan dari si teroris agar bisa memberangus seluruh jaringan teroris Pak Cik Noordin.</p>
<p>Atau kerahkan saja sniper Densus 88 yang sudah dilengkapi Armalite AR-10T dengan teropong Bushnell, seperti yang dimiliki sniper Gegana Polri, dengan dengan peluru bius .308/7,62 mm sudah bisa melumpuhkan target dengan mudah. Ada banyak celah di rumah itu yang bisa dibidik oleh seorang sniper berpengalaman yang tentunya dimiliki Densus 88. Atau jika target bersembunyi terus di sudut rumah misalkan, target bisa digiring ke suatu tempat dengan tembakan-tembakan pendukung. Seorang sniper hanya perlu melihat korban sekilas dan menembak dengan cepat dan tepat ke titik-titik tertentu.</p>
<p>Namun sayang seribu sayang, semua ini tidak dilakukan Densus 88 sehingga menimbulkan banyak pertanyaan, dan juga kecurigaan. Hal ini dua dugaan. Pertama, dugaan jika sebenarnya polisi punya kepentingan lain dalam penyergapan yang dilakukan di Temanggung itu. Entah apa kepentingan itu. Dan yang kedua, jika benar apa yang dikatakan polisi bahwa penyerangan di Temangung itu sudah sesuai dengan SOP Densus 88, maka hal ini bisa-bisa menjadi bahan tertawaan pasukan khusus TNI. Dalam membebaskan ratusan sandera dalam pembajak pesawat Woyla saja misalnya, dimana para pembajak juga membekali diri dengan senjata api dan bom, Kopassus hanya perlu mengerahkan 20-an prajuritnya dan berhasil menuntaskan misi dalam hitungan menit, bukan 18 jam seperti yang dilakukan polisi. Lalu dalam pembebasan sandera Kely Kwalik di Mapenduma, Irian, Kopassus hanya perlu menerjunkan satu tim kecil yang langsung dipimpin Prabowo. Prestasi spektakuler ini tentu tidak bisa dibandingkan dengan yang terjadi di Temanggung.</p>
<p>Saya yakin, di balik penyerangan penuh teka-teki yang terjadi di Temanggung itu nantinya akan terbuka juga kebenarannya. Saya yakin, Densus 88 memiliki kualifikasi yang jauh lebih tinggi ketimbang apa yang mereka lakukan di Temanggung itu.</p>
<p>Terkait dengan Teori Konspirasi, paradgma yang dibangun pemerintah kita selama ini terhadap kelompok teroris “Pak Cik” Noordin Moh Top adalah salah. Seharusnya SBY menegaskan jika bangsa ini sebenarnya sedang diserang teroris Malaysia. Indonesia Under Attack!!!</p>
<p>Dengan paradigma seperti itu, seluruh komponen bangsa ini akan bersatu di belakang pemerintah untuk melawan Teroris Malaysia. Apalagi sekarang Malaysia kembali buat ulah dengan mengklaim Tari Pendet sebagai budayanya. Jangan-jangan nanti Monas pun akan diklaim sebagai bangunan milik Malaysia. A Truly Maling of Asia.</p>
<p>Namun sayang, SBY terlalu takut untuk bersikap seperti itu. Apakah ini terkait kenyataan jika SBY sebenarnya merupakan jenderal dari jalur staff, bukan seorang jenderal dari garis komando atau kombatan? Wallahu’alam. Kita patut sesalkan, enam jam setelah bom meledak, SBY malah curhat dan—maaf—terkesan cengeng dengan menunjukkan foto wajahnya yang bolong di pipi kanannya ditembak teroris.</p>
<p>Padahal, Bung Karno saja yang pernah ditembaki dengan pesawat terbang (Maukar), pernah beberapa kali digranat sehingga sejumlah pengawalnya terbunuh, tidak pernah curhat dan cengeng seperti itu. Indonesia memerlukan pemimpin yang tegar dan kuat, bukan seorang pemimpin melankolis yang di saat rakyatnya kelaparan malah meluncurkan album nyanyian.</p>
<p><a rel="nofollow" href="http://www.eramuslim.com/konsultasi/konspirasi/teori-konspirasi-dan-intelijen.htm" target="_blank"><span>http://www.eramuslim.com/k</span><span>onsultasi/konspirasi/teori</span><span>-konspirasi-dan-intelijen.</span>htm</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nonimtensys.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nonimtensys.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nonimtensys.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nonimtensys.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nonimtensys.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nonimtensys.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nonimtensys.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nonimtensys.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nonimtensys.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nonimtensys.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nonimtensys.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nonimtensys.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nonimtensys.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nonimtensys.wordpress.com/234/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonimtensys.wordpress.com&amp;blog=4924863&amp;post=234&amp;subd=nonimtensys&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nonimtensys.wordpress.com/2009/08/27/teori-konspirasi-dan-intelijen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c2730844dd0e46a6b6703f812735dd5b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nonimtensys</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tanggapan Pengawasan Dakwah</title>
		<link>http://nonimtensys.wordpress.com/2009/08/24/tanggapan-pengawasan-dakwah/</link>
		<comments>http://nonimtensys.wordpress.com/2009/08/24/tanggapan-pengawasan-dakwah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2009 03:40:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nonimtensys</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nonimtensys.wordpress.com/?p=231</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana tanggapan Bung soal pengawasan aktivitas dakwah yang dilakukan POLRI, apakah ada konspirasi dibalik hal tersebut. syukkron wassalamu &#8216;alaikum Zhee Jawaban Wa’alaikumusalam warahmatullahi wabarakatuh, Saudara Zhee yang dirahmati Allah Swt, jujur saja, tatkala mendengar Polri akan melakukan pengawasan terhadap aktivitas dakwah (terutama mungkin khutbah) yang dilakukan para dai di bulan Ramadhan ini, saya hanya tertawa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonimtensys.wordpress.com&amp;blog=4924863&amp;post=231&amp;subd=nonimtensys&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagaimana tanggapan Bung soal pengawasan aktivitas dakwah yang dilakukan POLRI, apakah ada konspirasi dibalik hal tersebut. syukkron</p>
<p><em>wassalamu &#8216;alaikum</em></p>
<p><strong> Zhee </strong></p>
<h3>Jawaban</h3>
<p><em>Wa’alaikumusalam warahmatullahi wabarakatuh,</em></p>
<p>Saudara Zhee yang dirahmati Allah Swt, jujur saja, tatkala mendengar Polri akan melakukan pengawasan terhadap aktivitas dakwah (terutama mungkin khutbah) yang dilakukan para dai di bulan Ramadhan ini, saya hanya tertawa dan merasa nelangsa. Lagi-lagi aparat negeri ini mementaskan drama yang tidak lucu, setelah sebelumnya mementaskan lakon “Penyerbuan Temanggung” yang sama sekali tidak spektakuler, bahkan saya yakin membuat banyak orang, termasuk para anggota pasukan elit yang ada di TNI, tersenyum-senyum sendirian.</p>
<p><span id="more-231"></span></p>
<p>Mereka tentu menertawakan hal itu karena mereka sendiri hanya dengan satu regu saja, dalam hitungan menit, berhasil membebaskan ratusan sandera yang ada di dalam pesawat Woyla di Bandara Bangkok. Mereka, hanya satu regu kecil, mampu membebaskan para peneliti Lorenz yang disandera oleh OPM di Papua Barat yang sangat sulit medannya. Namun kejadian di Temanggung, benar-benar sebuah pemborosan uang rakyat, apalagi targetnya, cuma satu orang, ternyata tewas.</p>
<p>Buat apa untuk menewaskan satu orang yang bersembunyi di sebuah rumah kecil yang sederhana, aparat harus mengepungnya selama 18 jam? Padahal kalau mau konyol-konyolan, lepaskan saja sepuluh anjing pemburu milik polisi ke dalam rumah itu, atau sepuluh karung ular yang kelaparan, atau masukkan sepuluh gas airmata ke dalam rumah, pasti target akan terbirit-birit keluar. Ini jauh lebih menghemat uang rakyat.</p>
<p>Saya kemudian ingat. Jangan-jangan benar zaman ini zaman edan. Uang rakyat sudah lumrah dijadikan bancakan. Koruptor jauh lebih terhormat ketimbang maling sendal di masjid. Kian banyak uang yang dikorup, kian dihormatilah dia. Bukankah perampok uang rakyat lewat BLBI sampai sekarang masih bebas dan aman-aman saja?</p>
<p>Saya punya analogi begini: kita tentu tiap hari lewat jalan raya kan? Nah, kita tentu tahu ada banyak jalan raya yang rusak, bolong-bolong dan bergelombang, sehingga naik angkot, motor, atau mobil di jalan raya rasanya seperti tengah naik kapal laut yang sering diayun gelombang. Kita tentu sering jengkel, mengapa satu ruas jalan yang rasanya baru diperbaiki kok tidak lama kemudian sudah rusak lagi, diperbaiki, rusak lagi, diperbaiki, rusak lagi, demikian terus. Sebagai orang awam kita tentu heran, apakah pemerintah tidak bisa membuat jalan raya yang anti rusak? Atau katakanlah awet untuk jangka waktu yang sangat lama? Puluhan tahun?</p>
<p>Logika kita sebagai rakyat ternyata tidak nyambung dengan logika para aparatur negara. Dalam logika kebanyakan aparatur negara, jika jalan raya diperbaiki dengan sungguh-sungguh sehingga tidak rusak lagi, maka itu berarti tidak ada proyek,  yang juga berarti tidak ada pemasukan ke kantung dia. Tidak ada hasil <em>mark-up</em> anggaran, tidak ada komisi, tidak ada biaya orientasi, tidak ada biaya ini dan itu, istilahnya “Kering”!. Sebab itu, agar proyek bisa jalan terus, agar pemasukan ke kantung sendiri bisa dilestarikan, maka jalan pun diperbaiki sekadarnya saja. Cukup untuk waktu musim panas saja. Ketika musim hujan datang dan jalan raya bolong-bolong lagi, ya diperbaiki lagi. Proyek lagi. Pemasukan lagi. Inilah enaknya jadi pejabat.</p>
<p>Bisa jadi, dalam kasus terorisme pun logikanya sama. Jika teroris sudah terbongkar tuntas sampai ke akar-akarnya, jika semua teroris sudah masuk penjara, maka tidak akan ada lagi dana pemberantasan terorisme.  Kering! Dari “orang dalam” sendiri, saya mendapat informasi jika operasi pemberantasan terorisme di negeri ini juga dijadikan ajang saling sikut untuk bisa cari muka ke atasan, biar bisa cepat naik pangkat, atau bisa menduduki “pos yang basah”. <em>Wallahu’alam bishawab.</em></p>
<p>Bisa jadi pula, Ibrohim di Temanggung itu sengaja dihabisi. Padahal jika mau mengungkap sungguh-sungguh jaringan teroris, Ibrohim seharusnya bisa ditangkap hidup-hidup agar nantinya dia bisa disuruh untuk mengaku atau memberikan informasi tentang teman-teman terorisnya. Dengan tewasnya Ibrohim, maka hal itu akan mempersulit pengungkapan jaringan teroris Malaysia <em>Pak Cik</em> Noordin bukan?</p>
<p>Nah, ketika menjelang Ramadhan kemarin polisi dengan tegas akan mengawasi dakwah di masjid-masjid dan mushola, ini tentu mengingatkan banyak orang akan kinerja kepolisian dan intelijen di zaman fasisme Orde Baru Jenderal Harto. Amat mirip dengan zaman setelah terjadinya pembantaian jamaah pengajian di Tanjung Priok tahun 1984 yang banyak memenjarakan para ustadz hanya gara-gara khutbah di masjid yang dianggap mengandung SARA atau provokatif.</p>
<p>Indonesia ini sekarang memang tambah konyol tapi sama sekali tidak lucu. Pagi hari, ketika beberapa stasiun teve tengah siaran langsung menayangkan “Reality Show” penyerangan sebuah rumah kecil di Temanggung, pagi itu saya menontonnya lewat sebuah teve di toko yang sangat dekat dengan lapak-lapak VCD/DVD bajakan (juga banyak yang porno) di Glodok. Beberapa aparat polisi mondar-mandir di sekitar saya. Pos mereka memang amat dekat dengan tempat penjualan VCD/DVD porno tersebut, tidak sampai 40 meter di belakangnya!. Namun usaha maksiat itu kelihatannya aman-aman saja. Padahal, VCD/DVD porno itu sesungguhnya juga teroris moral bangsa yang efeknya jauh lebih dahsyat ketimbang yang ada di Temanggung.</p>
<p>Dan ketika para ustadz dan dai yang berceramah di masjid akan diawasi, padahal banyak hal yang lebih berbahaya yang seharusnya disikat habis malah dibiarkan berjalan aman, saya lagi-lagi tersenyum getir. Proyek apa lagi ini? <em>Wallahu’alam bishawab.</em></p>
<p><em>Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.</em></p>
<p>http://eramuslim.com/konsultasi/konspirasi/tanggapan-pengawasan-dakwah.htm</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nonimtensys.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nonimtensys.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nonimtensys.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nonimtensys.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nonimtensys.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nonimtensys.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nonimtensys.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nonimtensys.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nonimtensys.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nonimtensys.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nonimtensys.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nonimtensys.wordpress.com/231/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nonimtensys.wordpress.com/231/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nonimtensys.wordpress.com/231/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonimtensys.wordpress.com&amp;blog=4924863&amp;post=231&amp;subd=nonimtensys&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nonimtensys.wordpress.com/2009/08/24/tanggapan-pengawasan-dakwah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c2730844dd0e46a6b6703f812735dd5b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nonimtensys</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengapa Harus Mengawasi Dakwah?</title>
		<link>http://nonimtensys.wordpress.com/2009/08/24/mengapa-harus-mengawasi-dakwah/</link>
		<comments>http://nonimtensys.wordpress.com/2009/08/24/mengapa-harus-mengawasi-dakwah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2009 03:06:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nonimtensys</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nonimtensys.wordpress.com/?p=228</guid>
		<description><![CDATA[Di bulan Ramadhan ini, Umat Islam mendapatkan ‘hadiah’ dari polisi, hadiahnya berupa ‘diawasi’. Mengapa kegiatan dakwah harus diawasi? Adakah kegiatan para da’i di masjid-masjid, mushola-mushola, dan majelis taklim sudah menjadi ancaman terhadap negara? Apakah nilia-nilai Islam yang disampaikan oleh para da’i, mubaligh, dan kathib, sudah ada indikasi akan menimbulkan instabilitas dan bahaya yang sifatnya laten [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonimtensys.wordpress.com&amp;blog=4924863&amp;post=228&amp;subd=nonimtensys&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di bulan Ramadhan ini, Umat Islam mendapatkan ‘hadiah’ dari polisi, hadiahnya berupa ‘diawasi’. Mengapa kegiatan dakwah harus diawasi? Adakah kegiatan para da’i di masjid-masjid, mushola-mushola, dan majelis taklim sudah menjadi ancaman terhadap negara? Apakah nilia-nilai Islam yang disampaikan oleh para da’i, mubaligh, dan kathib, sudah ada indikasi akan menimbulkan instabilitas dan bahaya yang sifatnya laten bagi negara?</p>
<p>Hal ini bersamaan dengan pernyataan Mabes Polri, 21 Agustus lalu, yang memerintahkan polisi di daerah meningkatkan upaya pencegahan terorisme, antara lain dengan mengawasi ceramah-ceramah keagamaan dan kegiatan dakwah. Jika dalam materi dakwah ditemukan ajakan bersifat provokatif dan melanggar hukum, Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Nanan Soekarna, mengatakan aparat akan mengambil langkah tegas.</p>
<p><span id="more-228"></span></p>
<p>Para da’i, mubaligh, dan kathib, selamanya yang disampaikan bersifat nilai-nilai, yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Prinsip nilai-nilai dalam Islam, yang akan menjadi missi kehidupan setiap muslim, tak lain menegakkan yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar. Dan, para pengemban dakwah (da’i, mubaligh, dan khatib), tidak akan keluar dari koridor itu. Mereka akan berusaha menyampaikan nilai-nilai ajaran Islam, agar setiap muslim, selalu komitment malaksanakan kehidupannya dengan menegakkan yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar. Mengajak umat agar selalu bekerjasama dalam kebaikan dan taqwa (taawanu alal birri wattaqwa), dan tidak melakukan kerjasama untuk dosa dan permusuhan (wa laa taawanu alal ismi wal udwan). Esensi dakwah inilah yang akan selalu disampaikan oleh mereka. Karena, prinsip-prinsip inilah yang akan menjaga berlangsungnya kehidupan manusia.</p>
<p>Persoalannya,kebijakan polisi, yang ingin mengawasi dakwah ini, akan memberikan pembenaran, secara keseluruhan,bahwa para da’i, mubaligh, dan kathib terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang dianggap membabayakan keamanan negara. Tentu, semuanya memerlukan bukti-bukti dan fakta-fakta,yang sifatnya transparan dan jujur, bukan semata-mata yang sifatnya insuniasi. Karena, masalah dakwah yang dikaitkan dengan aktivitas terorisme itu, dampaknya akan menimbulkan disentregrasi antara umat Islam dengan pemerintah. Karena, fihak aparat pemerintah (polisi) telah menempatkan para da’i, mubaligh, dan khatib secara tidak langsung sebagai ancaman keamanan.</p>
<p>Tentu, yang paling penting, seharusnya pemerintah harus mencari akar lahirnya terorisme. Terorisme bukan hanya tiba-tiba muncul, tanpa ada yang melatarbelakanginya. Mengapa mereka sampai melakukan tindakan yang sifatnya eksesif (berlebihan), dan dianggap melawan kemanusiaan? Dan, sesungguhnya apa yang melatarbelakanginya, sampai mereka bertindak melakukan kegiatan terror?</p>
<p>Kalau disimpulkan, mereka yang melakukan kegiatan terorisme itu, hanyalah merespon atas kekejaman fihak lainnya,yang lebih kejam dan biadab. Seperti yang dilakukan oleh AS terhadap Iraq, Afghanistan, Pakistan, Palestina, Somalia, dan dengan menggunakan kekuatan militernya menghancurkan rakyat di negeri-negeri muslim, tanpa batas. Tapi, tidak ada satupun fihak yang mempersoalkannya, dan menanyakan atas dasar apa, sesungguhnya AS melakukan tindakan itu?</p>
<p>Sangat tidak sebanding dengan apa yang dilakukan para teroris dengan kejahatan yang dilakukan AS terhadap dunia Islam.Maka, seharusnya yang harus dihilangkan, sumber munculnya terorisme itu, dan tak lain harus ada langkah-langkah menghentikan tindakan AS yang sifatnya unilateral (sepihak) melakukan kampanye perang melawan terorisme. Karena, tindakan AS itulah yang akan terus menerus menimbulkan bencana bagi kemanusiaan.</p>
<p>Semuanya kejahatan AS itu, dapat dilihat secara telanjang. Tapi, anehnya semua tindakan yang dilalukan AS itu sebagai tindakan yang syah dan benar. “Kami semua akan menjadi Taliban, kalau AS terus membunuhi rakyat Afghanistan”, ucap seorang penduduk di Helmand.</p>
<p>Klaim yang menghancurkan gedung WTC, pada tanggal 11 September 2001, sampai sekarang tidak dapat dibuktikan, bahwa itu tindakan teroris, yang didalangi Osama bin Laden. Semuanya, hanyalah asumsi dan stigma yang sudah ditempelkan kepada mereka yang dicap sebagai teroris, tapi tidak pernah dibuktikan dengan fakta-fakta,yang nyata dan dapat diuji kebenaran. Tapi, umat Islam sudah menjadi korban kampanye melalui media, sebagai teroris. Maka, hakekatnya yang sekarang dikumandangkan oleh Barat (AS), yang disebut, ‘War on Terorism’ itu, tak lain adalah ‘War on Islam’.</p>
<p>Islam, hakekatnya agama yang memberikan rahmat bagi sekalian alam. Tapi, tentu Islam sebagai prinsip dan nilai-nilai yang disyariatkan oleh Allah Ta’ala, tidak akan pernah membiarkan kemungkaran itu menguasai kehidupan umat.</p>
<p>Mereka yang masih ingin melaksanakan misi kehidupannya dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah akan selalu berusaha menegakkan misi yang dipikulnya, yaitu menegakkan yang ma’ruf dan mencegah segala yang mungkar, karena itu berlawanan dengan nilai-nilai Islam. Wallahu’alam.</p>
<p>http://eramuslim.com/editorial/mengapa-harus-mengawasi-dakwah.htm</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nonimtensys.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nonimtensys.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nonimtensys.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nonimtensys.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nonimtensys.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nonimtensys.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nonimtensys.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nonimtensys.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nonimtensys.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nonimtensys.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nonimtensys.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nonimtensys.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nonimtensys.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nonimtensys.wordpress.com/228/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonimtensys.wordpress.com&amp;blog=4924863&amp;post=228&amp;subd=nonimtensys&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nonimtensys.wordpress.com/2009/08/24/mengapa-harus-mengawasi-dakwah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c2730844dd0e46a6b6703f812735dd5b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nonimtensys</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pancasila, Piagam Jakarta, dan Gentlemen’s Agreement Pendiri Indonesia</title>
		<link>http://nonimtensys.wordpress.com/2009/08/23/pancasila-piagam-jakarta-dan-gentlemen%e2%80%99s-agreement-pendiri-indonesia/</link>
		<comments>http://nonimtensys.wordpress.com/2009/08/23/pancasila-piagam-jakarta-dan-gentlemen%e2%80%99s-agreement-pendiri-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Aug 2009 06:48:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nonimtensys</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[piagam jakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nonimtensys.wordpress.com/2009/08/23/pancasila-piagam-jakarta-dan-gentlemen%e2%80%99s-agreement-pendiri-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[“Piagam Jakarta sebenarnya merupakan gentlemen’s agreement dari bangsa ini. Sayang, kalau generasi selanjutnya justru mengingkari sejarah.” (Kasman Singodimedjo). Membincangkan Pancasila sesungguhnya harus selalu dilakukan untuk semakin sering me-refresh kembali kesadaran dalam konteks berbangsa dan bernegara. Kesadaran ini sangat penting untuk mengingat dan menyadari kembali tujuan bersama membangun “Indonesia” yang disepakati berdiri sejak 17 Agustus 1945 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonimtensys.wordpress.com&amp;blog=4924863&amp;post=225&amp;subd=nonimtensys&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“<em>Piagam Jakarta sebenarnya merupakan gentlemen’s agreement dari bangsa ini. Sayang, kalau generasi selanjutnya justru mengingkari sejarah</em>.”</p>
<p>(Kasman Singodimedjo).</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Membincangkan Pancasila sesungguhnya harus selalu dilakukan untuk semakin sering me-<em>refresh </em>kembali kesadaran dalam konteks berbangsa dan bernegara. Kesadaran ini sangat penting untuk mengingat dan menyadari kembali tujuan bersama membangun “Indonesia” yang disepakati berdiri sejak 17 Agustus 1945 lalu. Seringkali, keberadaan Indonesia ini dianggap sebagai sesuatu yang <em>teken for granted, </em>ada dengan sendirinya, tanpa sejarah, tanpa kesepakatan, dan akhirnya dianggap selalu akan ada. Padahal kenyataannya tidak selalu demikian.</p>
<p>Salah satu yang menjadi bagian dari sejarah bangsa ini yang cukup fundamental adalah “Pancasila”. Pancasila yang berarti “lima sila” ini telah disepakati bersama sebagai falsafah dan bangsa dasar bagi penyelenggaraan negara Indonesia. Kesepakatan ini adalah sebuah fakta sejarah bahwa bangsa dan negara ini lahir dari suatu kesadaran dari semua elemen bangsa untuk hidup bersama membangun negara dan bangsa secara bersama-sama. Lantas kesepakatan itu dituangkan dalam dokumen-dokumen kesepakatan resmi yang salah satunya melahirkan Pancasila.</p>
<p><span id="more-225"></span></p>
<p>Sudah menjadi <em>hardfact </em>(fakta keras) sejarah bahwa kata-kata yang tercantum menjadi sila-sila dalam Pancasila mula-mula berasal dari suatu dokumen yang ditandatangai oleh anggota-anggota Badan Penyelidik Untuk Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang diketuai oleh Sukarno. Dokumen itu kemudian dikenal sebagai Piagam Jakarta yang ditandatangani pada tanggal 22 Juni 1945. Adalah juga <em>hardfact </em>bahwa pada tanggal 18 Agustus 1945, terjadi perubahan dalam dokumen itu, yaitu perubahan sila pertama Pancasila dengan menghapus tujuh kata keramat: <em>“dengan menjalankan syari’at Islam bagi para pemeluknya”</em> dan hanya menyisakan kata-kata “Ketuhanan Yang Maha Esa”.</p>
<p>Ada yang mencoba mengaburkan fakta ini dengan menyebut Pancasila sebagai buah pikiran Sukarno dalam pidato pembukaan sidang BPUPKI 1 Juni 1945 sehingga tanggal ini kemudian dikenal sebagai hari lahir Pancasila. Bahkan untuk semakin mengaburkan makna historis yang semestinya, ditambahkanlah bumbu mitos yang sampai sekarang masih banyak diajarkan. Pancasila ini dikait-kaitkan dengan karya-karya Empu Prapanca, <em>Negara Kertagama, </em>dan Empu Tantular, <em>Sutasoma, </em>yang hidup semasa kejayaan raja-raja Majapahit. Barangkali mitos itu sengaja diungkap untuk semakin mengukuhkan bahwa Pancasila memang sesuatu yang sudah hidup sejak lama dan berakar dalam darah daging bangsa Indonesia.</p>
<p>Dari sisi nama masih dapat diterima, namun dari sisi substansi agak sulit menghubungkan Pancasila yang berisi sila-sila yang sekarang kita kenal dengan <em>Mo Limo </em>dalam <em>Kitab Sutasoma </em>yang berisi larangan: 1) tidak boleh melakukan kekerasan (ahimsa), 2) tidak boleh mencuri (asteya), 3) tidak boleh berjiwa dengki (indriya nigraha), 4) tidak boleh berbohong (amrsawada), dan 5) tidak boleh mabuk minum-minuman keras (dama). Antara “Pancasila” hasil Piagam Jakarta dengan “Pancasila” versi <em>Sutasoma </em>ini jelas sesuatu yang berbeda. Selain karena jarak waktu berabad-abad yang agak sulit ditarik garis kontinum historinya, isi keduanya pun mencerminkan perbedaan yangagak mencolok.</p>
<p>Barangkali kalau hanya sekadar meminjam kembali nama masih dapat diterima secara logis. Dan ini bukan sesuatu yang prinsipil. Oleh sebab demikian, yang paling logis dan paling masuk dalam nalar sejarah adalah menarik “Pancasila” ini pada dokumen asalnya, yaitu Piagam Jakarta dan perubahannya beberpa waktu kemudian. Ini lebih jelas dan dapat lebih dipertanggungjawabkan.</p>
<p>Piagam Jakarta sendiri lahir dari suatu pergulatan dan dialog antar-berbagai kelompok dan elemen yang ke depan akan menjadi bagian dari bangsa ini. Dialog ini tidak dimonopoli oleh suatu kekuatan manapun. Juga tidak ada intervensi dari pihak asing manapun, termasuk dari pihak Jepang yang membentuk BPUPKI sendiri. Masing-masing melemparkan argumen dan saling membantah dengan elegan sebagai pemimpin-pemimpin yang layak menjadi teladan. Tidak ada kepentingan individual dan <em>vested interest</em> yang akan mengorbankan kepentingan bangsa sendiri. Suasana diaolog begitu terbuka hingga akhirnya setelah 22 hari bersidang, disepakatilah dokumen Piagam Jakarta yang isinya sebagian besar menjadi Pembukaan dan Batang Tubuh UUD 1945.</p>
<p>Semua pihak merasa puas dengan hasil kesepakatan itu. Dalam pidatonya tanggal 9 Juli 1945, Sukarno sendiri menyebut Piagam Jakarta ini sebagai <em>gentlemen’s agreement </em>antara kelompok nasionalis dan kelompok Islam. Pernyataan ini diamini oleh hampir semua pihak. Kelompok Islam yang dengan gigih ingin tetap memperjuangkan Islam sebagai dasar negara di negeri yang mayoritas Muslim inipun sepakat dengan Piagam Jakarta ini. Masing-masing pihak sudah merasa cukup terwakili kepentingannya. Tanda tangan yang dibubuhkan oleh Sukarno, M. Hatta, A.A. Maramis, Abikusno Tjokrosujoso, A.K. Muzakkir, Agus Salim, A. Subardjo, A. Wahid Hasyim, dan Moch. Yamin sebagai wakil-wakil dari semua golongan menjadi bukti akan kesepakatan luhur itu.</p>
<p>Titik kesepakatan yang disebut <em>gentlemen’s agreement </em>itu terletak pada berhasil disepakatinya dasar dan falsafah penyelenggaraan negera ini yang tercantum pada paragraf terakhir Piagam itu. Bagian inilah yang kemudian lebih dikenal sebagai “Pancasila”. Berikut petikan paragraf terakhir Piagam Jakarta.</p>
<p>Kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang berbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada: Ke-Tuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya, menurut dasar kemanusiaan yang adil dan berada, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.</p>
<p>Kesepakatan ini ternyata tidak berjalan mulus seperti yang diharapkan semua pihak. Tanggal 18 Agustus 1945 mulai terjadi riak-riak kekecewaan. Bagian akhir dari Piagam Jakarta diubah oleh panitia yang dibentuk kemudian yang hanya beranggotakan sembilan orang. Panitia <em>ad hoc</em> ini dinamai Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang juga dibentuk Jepang. Poin penting yang diubah oleh panitia ini adalah tujuh kata setelah Ke-Tuhanan, diubah menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa. Juga diubah klausul pasal pada batang tubuh UUD Pasal 6 ayat 1 mengenai kriteria presiden. Semua ayat itu mensyaratkan presiden harus orang Islam, namun kemudian diubah menjadi hanya “harus orang asli Indonesia.”</p>
<p>Yang merasa paling dikecewakan atas perubahan ini adalah kelompok Islam. Mereka merasa bahwa <em>gentlemen agreement </em>yang sudah disepakati bersama dimentahkan hanya dalam ruang dialog sempit sembilan orang anggota PPKI. Walaupun demikian, sebagai warga bangsa yang baik, umat Islam tetap mengjormati keptusan itu. Ruang-ruang yang memungkinkan bagi umat Islam untuk kembali merehabilitasi kepentingan mereka yang terzhalimi dmanfaatkan sebaik-baiknya. Konstituante adalah ruang paling terbuka untuk itu. Namun sayang, akhirnya Konstituante harus gagal di tangan otoritiarianisme Sukarno yang memaksakan Dekrit pada 5 Juli 1959.</p>
<p>Semenjak berlaku Dekrit 5 Juli 1959 semua perundang-undangan yang mengganti UUD 1945, yaitu UUD RIS dan UUD Sementara tahun 1950 yang berlaku setelah Mosi Integral Natsir, dinyatakan tidak berlaku lagi. Undang-Undang Dasar yang telah 90 persen dirampungkan oleh Konstituante pun gugur. Dan akhirnya, Dekrit memberikan jalan lempang berlakunya kembali UUD 1945. Namun, dalam teks berlakunya kembali UUD 1945 ini terdapat klausul yang merupakan bentuk akomodasi Sukarno terhadap kelompok Islam yang telah dikecewakan semenjak peristiwa 18 Agustus 1945. Klausul itu berbunyi sebagai berikut.</p>
<p>Bahwa hal yang demikian menimbulkan keadaan ketatanegaraan yang membahayakan persatuan dan keselamatan Negara, Nusa dan Bangsa, serta merintangi pembangunan semesta untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur; Bahwa dengan dukungan bagian terbesar Rakyat Indonesia dan didorong oleh keyakinan kami sendiri, kami terpaksa menempuh satu-satunya jalan untuk menyelamatkan Negara Proklamasi; Bahwa kami berkeyakinan bahwa Piagam Jakarta tertanggal 22 Juni 1945 menjiwai Undang-undang Dasar 1945 dan adalah merupakan suatu rangkaian-kesatuan dengan Konstitusi tersebut….</p>
<p>Dekrit ini secara terang menyatakan: <em>“Bahwa kami berkeyakinan bahwa Piagam Jakarta tertanggal 22 Juni 1945 menjiwai Undang-Undang Dasar 1945 dan adalah merupakan suatu rangaian kesatuan dengan konstitusi tersebut.” </em>Klausul ini secara tegas memberikan ruang terhadap berlakunya jiwa Piagam Jakarta 22 Juni 1945.</p>
<p>Prof. Kasman Singodimedjo, yang terlibat dalam lobi-lobi tanggal 18 Agustus 1945 di PPKI, menyatakan, bahwa Dekrit 5 Juli 1959 bersifat “<em>einmalig</em>”, artinya berlaku untuk selama-lamanya (tidak dapat dicabut). “Maka, Piagam Jakarta sejak tanggal 5 Juli 1959 menjadi sehidup semati dengan Undang-undang Dasar 1945 itu, bahkan merupakan jiwa yang menjiwai Undang-undang Dasar 1945 tersebut,” tulis Kasman dalam bukunya, Hidup Itu Berjuang, Kasman Singodimedjo 75 Tahun (Jakarta: Bulan Bintang, 1982).</p>
<p>Dengan demikian, cukup jelas bahwa semenjak berlakunya Dekrit 5 Juli 1959 sampai saat ini, keberadaan Piagam Jakarta 22 Juni 1945 memiliki kekuatan hukum mengikat di negeri ini. Sekalipun demikian, banyak pihak yang berupaya menutup-nutupi kenyataan ini dengan memberikan argumentasi yang seringkali keluar dari konteks hukum ini. Padahal, tidak berapa lama setelah Dekrit, ditetapkan berbagai keputusan yang mengacu pada diakuinya Piagam Jakarta ini.</p>
<p>Di antara ketetapan yang mengacu pada Dekrit ini antara lain: Penjelasan atas Penpres 1/1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama. Ketatpan ini dibuka dengan ungkapan: <em>“Dekrit Presiden tanggal 5 Juli 1959 yang menetapkan Undang-undang Dasar 1945 berlaku lagi bagi segenap bangsa Indonesia ia telah menyatakan bahwa Piagam Jakarta tertanggal 22 Juni 1945 menjiwai dan merupakan suatu rangkaian kesatuan dengan konstitusi tersebut.”</em> Contoh lain terdapat Dalam Peraturan Presiden No 11 tahun 1960 tentang Pembentukan Institut Agama Islam Negeri (IAIN), juga dicantumkan pertimbangan pertama: <em>“bahwa sesuai dengan Piagam Djakarta tertanggal 22 Djuni 1945, yang mendjiwai Undang-undang Dasar 1945 dan merupakan rangkaian kesatuan dengan Konstitusi tersebut…”. </em></p>
<p>Bila semua pihak konsisten dengan apa yang telah terjadi pada bangsa ini, maka semua pihak semestinya sudah menghentikan perdebatan tentang keabsahan Pancasila dan semangat Piagam Jakarta. Sampai saat ini belum ada klausul yang mencabut kembali Dekit yang dikeluarkan Sukarno 50 tahun lalu itu. Bahkan, sampai UUD 1945 itu diamandemen sampai empat kali sejak tahun 1999 sampai 2002, klausul Dekrit yang mendasari berlakunya kembali UUD 1945 tidak dipermasalahkan. Hal ini menunjukkan bahwa <em>gentlement’s agreement </em>tetap berlaku dan harus menjadi landasan dalam membangun negara dan bangsa ini ke depan.</p>
<p>Bila kita mengacu pada semangat sejarah Pancasila, maka secara prinsipil ada beberapa hal yang harus menjadi catatan penting bagi kita sebagai pelanjut amanah keberlangusngan negara tercinta ini. <em>Pertama, </em>Pancasila harus diletakkan sebagai <em>gentlemen’s agreement. </em>Artinya, Pancasila tidak perlu dikultuskan dan dimitoskan sebagai sesuatu yang memiliki semacam kekuatan “magis”. Biarkanlah Pancasila sebagaimana sedia kala sebagai sebuah kesepakatan yang dicapai oleh seluruh elemen bangsa dalam menyelenggarakan negara ini. Bila ini sebuah kesepakatan, maka yang diperlukan untuk menjaganya adalah komitmen bersama untuk memelihara apa yang telah menjadi kesepekatan bersama itu. Usaha-usaha menentang Pancasila dari berbagai kelompok harus dilihat sebagai upaya “gugatan” terhadap kesepakatan. Oleh sebab demikian, jalan untuk menyelesaikannya adalah dialog untuk kembali mencapai kesepakatan.</p>
<p><em>Kedua, </em>Sebagai sebuah ideologi negara yang berasal dari sebuah kesepakatan, Pancasila harus dijadikan sebagai ideologi terbuka. Sebuah kesepakatan adalah milik bersama. Setiap upaya untuk memaksakan suatu tafsir atas kesepakatan itu kepada pihak lain sesungguhnya sudah merupakan bagian dari pelanggaran atas kesepakatan itu; dan hampir bisa dipastikan akan menuai kegagalan. ‘Kesalahan’ terbesar Orde Baru dalam memelihara Pancasila adalah memaksakan Pancasila dijadikan sebagai Asas Tunggal. Pemaksaan ini dapat ditafsirkan sebagai usaha untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi tertutup. Apalagi pemaksaan ini disertai pula pemaksaan tafsir Pancasila melalui P4 (Pedoman Penghayatan dan Pangamalan Pancasila).  Jelas, upaya semacam ini menuai protes dari berbagai kalangan dan akhirnya berujung pada situasi yang hampir <em>chaotic </em>di akhir kekuasaan Orde Baru.</p>
<p>Konsekwensi keterbukaan ideologi Pancasila, negara harus mendorong dan mendukung segala bentuk ideologi dan kepercayaan masyarakat yang dijamin oleh Pancasila, termasuk di dalamya penegakan syari’at Islam bagi para pemeluk agama Islam dalam semua aspeknya. Bukankah sila pertama Pancasila menjamin keberagamaan, apalagi Islam yang secara interpretatif sangat dekat dengan kata-kata “Ketuhanan Yang Maha Esa.” Oleh sebab itu, segala undang-undang ataupun peraturan menyangkut syari’at bagi umat Islam bukan sesuatu yang melanggar Pancasila. Justru negara harus ambil bagian mendukungnya sebagai bentuk keseriusan negara dalam mewujudkan kesepakatan sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa.”</p>
<p><em>Ketiga, </em>yang paling penting untuk mewujudkan semangat Pancasila sebagai kesepakatan bersama adalah implementasinya pada perumusan perundang-undangan dan segala aturan legal-formal di negeri ini. Sejak awal Indonesia diselenggarakan sebagai negara hukum (<em>recht-staat</em>), bukan negara kekuasaan (<em>maacht-staat</em>). Oleh sebab itu, yang paling penting dalam pelaksanaan Pancasila adalah implikasinya pada hukum, bukan pada ideologi orang per orang di negeri ini. Perundang-undangan di bawahnya-lah yang harus terus dievaluasi agar tidak terlepas dari semangat Pancasila dan Piagam Jakarta. <strong>(Tiar Anwar Bachtiar)</strong></p>
<p>http://persis.or.id/?p=857</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nonimtensys.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nonimtensys.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nonimtensys.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nonimtensys.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nonimtensys.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nonimtensys.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nonimtensys.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nonimtensys.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nonimtensys.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nonimtensys.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nonimtensys.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nonimtensys.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nonimtensys.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nonimtensys.wordpress.com/225/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nonimtensys.wordpress.com&amp;blog=4924863&amp;post=225&amp;subd=nonimtensys&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nonimtensys.wordpress.com/2009/08/23/pancasila-piagam-jakarta-dan-gentlemen%e2%80%99s-agreement-pendiri-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c2730844dd0e46a6b6703f812735dd5b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nonimtensys</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
